BERBAGI
Soto Kambing Pak Sukir Malang
Soto Kambing Pak Sukir Malang (foto via: arek-jagalan.blogspot.co.id)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Selain tempe mendol atau Orem-orem yang mungkin tidak Anda sangka sebagai makanan khas Malang, rupanya Soto Kambing pun juga berawal di kota Malang ini. Ya, Soto Kambing Djawa Pak Sukir Ngelo lah yang memulai adanya soto kambing. Bisnis soto kambing ini dimulai oleh alm. Kasan. Dahulu, ia begitu ingin membuat soto tapi yang berbeda dengan lainnya, akhirnya ia pun membuat soto kambing dan waktu itu hanyalah alm. Kasan yang menjual soto kambing. Karena itu lah soto kambing juga menjadi salah satu kuliner khas Malang, di berbagai daerah pada waktu itu kambing hanya dikonsumsi untuk gulai dan sate.

Soto kambing di sini terkenal dengan rempah-rempahnya yang berbeda, koyanya tak berubah dari era alm. Kasan. Meski saat ini Sukirno lah yang melanjutkan usaha, namun tak ada bumbu yang berubah dari soto ini. Yang membuat soto ini berbeda adalah koyanya yang terbuat dari kelapa yang ditumbuk menggunakan lumpang, jadi di sini Anda dapat menikmati koya yang diolah dengan cara tradisional. Namun hal tersebut lah yang menjadi daya tarik pelanggan untuk terus menikmati soto kambing di sini.

Dahulu, soto kambing dijual dengan Rp100, namun saat ini menjadi Rp10.000 per-porsi dengan cita rasa rempah-rempah yang kuat dan tentunya daging kambing yang jarang orang temukan dalam menu soto. Selain rasa yang dijaga, soto ini telah ada sejak 70 tahun yang lalu, yaitu sejak 1945. Alm. Kasan memulai berjualan soto kambing keliling di sekitar kota Malang sampai akhirnya diteruskan oleh Nur Ali hingga akhirnya Sukirno dan Siti Saroh (anak Nur Ali). Sejak Sukirno yang melanjutkan usaha ini, pelanggan sering menyebut soto ini dengan ‘Soto Kambing Cak Sukir’.

Sukirno memulai dengan berjualan keliling dengan memikul dagangan satenya di wilayah Kecamatan Landungsari, saat itu di Landungsari masih belum ada terminal. Akhirnya pada tahun 1985, ketika Landungsari telah ada terminal, Sukirno mendapatkan tempat di sana. Namun tempat tersebut hanya kontrak, sampai waktu kontrak habis, Sukirno pun pindah ke sebuah tempat 4×5 meter, di tengah area persawahan di Dusun Bangkon, Desa Pendem, Kecamatan Junrego, Kota Batu, tempatnya hingga saat ini. Meski begitu warung ini tak pernah sepi, sejak pukul 09.30 selalu ada pembeli yang menyempatkan diri untuk menikmati soto kambing dari resep turun menurun ini.

Semangkok Soto Kambing Panas yang lezat
Semangkok Soto Kambing Panas yang lezat (foto: arek-jagalan.blogspot.co.id)

Bagi Anda penggemar daging kambing tentu Anda wajib untuk mencoba soto kambing di sini. Selain Anda akan menikmati olahan kambing dengan olahan yang berbeda dan jarang ditemukan di tempat lain. Anda akan menikmati koya yang diolah tradisional, soto yang gurih kaya akan rempah-rempah dan aroma tradisional yang masih melekat di Soto Kambing Pak Sukir.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.