BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Nama Kadet Soewoko memang tenar sebagai pejuang yang gugur di Lamongan dalam menghadapi agresi militer Belanda II pada tahun 1949. Dia gugur dalam suatu pertempuran sengit melawan tentara Belanda di wilayah Desa Gumantuk, Kecamatan Sekaran, Lamongan pada 9 Maret 1949.

Namun sejatinya, Soewoko bukanlah pria asli Lamongan, karena dia lahir di Desa Lumbangsari, Kecamatan Krebet, Kabupaten Malang pada tahun 1928. Setelah lulus sekolah Kadet di Malang, Soewoko pun ditugaskan menjadi komandan regu I seksi I kompi I pasukan tamtama Kdm (Kodim) Lamongan.

Berdasarkan catatan sejarah Kodim 0812 Lamongan yang dicuplik dari Jawa Pos Radar Bojonegoro terbitan Agustus 2009, kisah nyata yang heroik perjuangan Kadet Soewoko tersebut terjadi pada Minggu siang. Ketika sedang beristirahat di sebuah mushola di Kecamatan Laren, regu pimpinan Soewoko mendapat laporan penduduk bahwa ada truk tentara Belanda yang sedang terperosok di sebuah parit di wilayah Desa Parengan (dulu masuk Kecamatan Sekaran, sekarang masuk Kecamatan Maduran). Truk itu mengangkut 12 tentara Belanda yang sedang berpatroli.

Regu Soewoko yang saat itu berjumlah delapan orang hanya memiliki tujuh pucuk senjata api peninggalan Jepang. Meski kalah jumlah dan persenjataan, mereka kemudian sepakat hendak menyerang tentara Belanda tersebut. Tersisa seorang anggotanya bernama Soemarto yang tidak ikut menyerbu, karena jumlah senjata hanya tujuh buah.

Dengan perahu, Regu Soewoko kemudian menyusuri tangkis Bengawan Solo sebelah utara menuju lokasi tentara Belanda yang ternyata adalah pasukan Gajah Merah. Saat itu dikabarkan, ke-12 tentara Belanda tersebut telanjang dada (melepas baju) dan hanya mengenakan halsduk (kacu) warna merah di leher.

Kedelapan anggota Regu Soewoko mendekati lokasi Belanda yang berada di area terbuka di tengah sawah dengan merayap melewati kebun bengkuang tersebut. Mereka sepakat untuk menyerang tentara Belanda dengan tembakan salvo, namun begitu mendekati sasaran tembak, tiba-tiba datang truk Power Wagon yang membawa bala bantuan Belanda sekitar 25 orang tentara. Kekuatan lawan yang berlipat tak menyiutkan nyali Regu Soewoko yang tetap melakukan serangan gencar. Beberapa tentara Belanda langsung terjengkang oleh tembakan Regu Soewoko.

Tentara Belanda yang panik pun melakukan perlawanan menggunakan senjata yang lebih lengkap dan canggih. Regu Soewoko akhirnya terdesak dan berencana bergerak mundur. Sayangnya, usaha itu gagal, karena diam-diam beberapa tentara Belanda terlanjur mengepung mereka dengan bergerak memutar ke belakang pertahanan Regu Soewoko. Merasa terkepung, Soewoko sebagai pemimpin regu memutuskan mengajak pasukannya menerobos kepungan musuh menuju Desa Gumantuk, Kecamatan Sekaran.

Dua orang pasukannya berhasil menerobos kepungan musuh, satu orang pura-pura mati, namun nahas bagi Soewoko. Dia tertembak di kedua bahunya dan tergeletak di tanah tanpa bisa memberikan perlawanan lagi. Beberapa tentara pun mendekatinya dan menanyakan namanya dengan suara membentak. Soewoko menjawab dan mengaku bernama Soewignyo. Ketika diajak ikut ke pos Belanda di Sukodadi, Soewoko menolak dan berkata, ”Saya tidak mau menyerah, bunuh saya!”

Serdadu Belanda yang marah lantas menusuk dada kiri dan menembak pipinya, sehingga Soewoko langsung gugur. Adegan heroik itu terekam dalam memori pikiran anggota regu Soewoko yang pura-pura meninggal.

Soewoko yang gugur dalam pertempuran itu bersama tiga anggota regu lainnya  langsung dimakamkan oleh warga setempat di desa tersebut tanpa dimandikan dengan alasan dinilai mati syahid. Pemerintah daerah Lamongan pun memindahkan jenazah Soewoko dan tiga orang temannya itu ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Lamongan.

Kisah kepahlawanan Kadet Soewoko tersebut kemudian dikenang dengan dibangunnya Patung Kadet Soewoko pada 1975. Kata-kata terakhirnya pun dipahatkan di bawah patung tersebut. Patung itu berdiri kokoh di pintu masuk Kota Lamongan sebelah timur. Nama Soewoko juga diabadikan menjadi salah satu jalan protokol di Lamongan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.