BERBAGI
Gereja Protestan Indonesia Barat Immanuel - geo.de
Gereja Protestan Indonesia Barat Immanuel - geo.de
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di sekitar kawasan Alun-alun Kota Malang memang banyak bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, termasuk GPIB Immanuel (Gereja Protestan Indonesia bagian Barat). Tempat ibadah umat Kristen Protestan di Malang ini berada di Jalan Merdeka Barat, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen.

Berada di perempatan alun-alun Kota Malang sebelah utara membuat lokasi GPIB Immanuel cukup strategis. Letaknya berada satu deret dengan Masjid Jami’ Kota Malang, kantor asuransi Jiwasraya, dan kantor Bank Mandiri cabang Malang.

Berdiri sejak tahun 1861, membuat GPIB Immanuel menjadi gereja tertua di Malang. Untuk melakukan renovasi terhadap gereja ini dibutuhkan izin dari Pemerintah Kota Malang, karena GPIB Immanuel termasuk salah satu cagar budaya yang dilindungi. Tidak mengherankan jika arsitektur bagian dalam dan luar gereja ini masih sama seperti gereja-gereja umat Kristiani pada zaman penjajahan Belanda dahulu. Di dalamnya, hanya ada tempat duduk jemaat dan mimbar saja. Gereja ini telah mengalami beberapa kali renovasi, di antaranya pada tahun 1912 dan 2005 silam. Tempat beribadah kaum Kristiani ini masih kokoh berdiri hingga kini dan mampu melayani sekitar 1.200 jemaat yang selalu memadati tempat ibadah ini setiap pekan.

Selain itu, GPIB Immanuel juga menyimpan dua Alkitab kuno yang usianya hampir 400 tahun. Alkitab-alkitab kuno itu tersimpan rapi di sebuah lemari di dalam gereja. Alkitab yang memiliki tahun cetak 1618 itu masih utuh dan dapat dibaca jelas. Dua Alkitab itu memiliki sampul dengan bahan kulit dan dilengkapi dengan pengait sampul depan dan belakang yang terbuat dari besi. Konon berat masing-masing Alkitab ini hampir mencapai lima kilogram dan memiliki ketebalan sekitar sepuluh centimeter.

GPIB Immanuel diresmikan 30 Juli 1861 dengan nama Protestanche Gemente te Malang. Pembangunannya didasarkan pada terbentuknya jemaat Protestan di Malang kala itu. Jalan tempat gedung gereja Protestan ini berdiri dulunya disebut Alun-alun Kulon No. 9. Sejak 1948, nama GPIB Immanuel mulai dipakai oleh gereja tersebut.

Gereja ini awalnya digunakan sebagai tempat ibadah orang-orang Belanda dan Eropa lainnya yang beragama Kristen Protestan. Gedung gereja ini juga digunakan sebagai tempat pelayanan bagi orang-orang Belanda, Pendeta Belanda dan juga guru-guru agama dari Belanda. Pendeta dan pengurus gereja ini yang merupakan orang Belanda pun menggunakan bahasa Belanda dalam peribadatannya.

Sebuah catatan sejarah mengatakan, pada tahun 1912 gereja ini pernah dibongkar, namun kemudian dibangun kembali dengan bentuk yang sama seperti yang berdiri kokoh hingga saat ini. Karena bentuknya dinilai terlalu sederhana, pada saat dibangun kembali itu, gereja Protestan ini dibuat dengan konsep gereja Gothic. Halaman depan gereja ini pada waktu itu masih cukup luas dan didominasi oleh tanaman hijau. Seiring perkembangan Kota Malang yang pesat dan lokasinya yang berada di pusat kota kala itu, halaman depan gereja ini pun menyempit.

Semakin banyaknya orang-orang bumiputera yang menjadi tentara Belanda (KNIL), maka didirikanlah gedung gereja setengah gedek di Klojen Lor No. 10 Malang. Gereja ini khusus bagi golongan bumiputera beserta keluarganya yang ingin beribadah. Namun demikian, pendeta dan pengurus gereja (majelis) masih dijabat oleh orang-orang Belanda. Kala itu terdapat dua majelis gereja, yaitu Majelis Gereja Belanda dan Majelis Gereja Melayu. Majelis Gereja Melayu baru diakui oleh pejabat gereja pemerintah (Kerkbestuur) pada 18 September 1938. Sementara itu, Majelis Gereja Belanda mendirikan sebuah gedung permanen menggantikan gedung setengah gedek di Klojen Lor No. 10. Gereja bernama Christ. Inh. Militair Tehui, Huize “Ora et Labora” ini diresmikan pada 31 Oktober 1940.

Gedung GPIB Immanuel berfungsi sebagai tempat Perkumpulan Kerohanian Kristen ketika pecah Perang Dunia II. Sedangkan pada masa pendudukan penjajah Jepang, gedung gereja ini dipakai sebagai gudang beras. Warga jemaat pun sempat kocar-kacir di masa itu. Pada 3 Desember 1948 semua hak milik jemaat Belanda diserahkan kepada GPIB Jemaat Malang, termasuk pula Panti Asuhan Kristen (kini PAK Kampar), berdasarkan Staatsblad Indonesia tahun 1948 No. 305 tanggal 3 Desember 1948 tentang penetapan GPIB sebagai gereja berdiri sendiri dan sebagai badan hukum. Sejak saat itu, pendeta dan pejabat gereja dijabat oleh orang-orang Indonesia dan anggota jemaatnya terdiri dari berbagai suku bangsa di Indonesia. GPIB Immanuel Malang menjadi Jemaat ke-36 di jajaran Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat.

Pada tahun 1950, gedung gereja setengah gedek di Klojen Lor No. 10 (kini Jl. Pattimura No. 10) kembali digunakan sebagai tempat ibadah dengan nama Gereja Ebed Jemaat GPIB Immanuel Malang. Gereja ini masuk dalam wilayah Sektor Pelayanan 9. Di tahun itu pula, GPIB Jemaat Immanuel Malang pun ditetapkan sebagai gereja induk jemaat-jemaat di Karesidenan Malang, Besuki dan Kediri.

Seiring berjalannya waktu, GPIB Jemaat Immanuel Malang memiliki berbagai macam perkumpulan, seperti Perkumpulan Kaum Ibu Kristen di Malang, organisasi-organisasi pemuda Kristen, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dan lain sebagainya.

Pada awal pelembagaan, wilayah pelayanan GPIB Jemaat Immanuel meliputi hampir seluruh Malang. Setelah tahun 1984, berdasarkan laman resmi gereja ini, terjadi pembagian wilayah dan pelembagaan GPIB Jemaat Sejahtera Malang sehingga wilayah pelayanan menjadi 15 sektor. Pada tahun 2002, terjadi lagi pemekaran wilayah pelayan dan pelembagaan GPIB Jemaat Getsemani Malang 2002 sehingga GPIB Jemaat Immanuel Malang terdiri dari sembilan sektor pelayanan. GPIB Jemaat Immanuel Malang memiliki tiga gedung gereja, yaitu di Jalan Merdeka Barat No. 9, Jalan Pattimura No. 10 untuk wilayah sektor pelayanan 9 dan di Pakisaji untuk wilayah sektor pelayanan 1. Berdasarkan SK Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama No.35 tahun 1988 tanggal 6 Februari 1988 menetapkan GPIB (termasuk Immanuel Malang) sebagai lembaga keagamaan Kristen Protestan yang bersifat gereja. GPIB Jemaat Immanuel Malang juga terdaftar di Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Timur berdasarkan Surat Keterangan No.Kw.13.7/B.A.01.1/01318/2009 tanggal 15 Juni 2009.

Gedung GPIB Immanuel mengalami renovasi di beberapa bagian tertentu, tanpa mengubah struktur bangunan aslinya yang bersejarah. Pada mulanya, gedung gereja menjadi satu dengan Kantor Majelis Jemaat GPIB Jemaat Immanuel Malang. Kemudian diadakan renovasi dan tambahan bangunan untuk Kantor Majelis Jemaat di bagian belakang gedung gereja serta pengalihan fungsi Kantor Majelis Jemaat di lantai dua menjadi Pastori pada tahun 1991. Sebelumnya, pastori GPIB Jemaat Immanuel juga telah ada di Jalan Gondosuli No. 3 Malang,  sejak tahun 1980.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.