BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Menikmati sejuknya Malang di malam hari paling pas dengan menikmati minuman dan makanan yang hangat. Kuliner hangat yang bisa Anda nikmati di Malang adalah Ronde Titoni di Jalan Zainal Arifin, kuliner yang juga terkenal karena kelegendarisannya, pasalnya kuliner ini telah ada sejak 68 tahun yang lalu, tepatnya 1948.

Usaha ronde ini dimulai alm. Abdul Hadi dengan memikul keliling dagangannya dengan rute: Pasar Besar – Pecinan – Kudusan dan daerah Tolaram (sekarang Altara). Banyak pelanggan alm. Abdul Hadi yang menunggu-nunggu rondenya di kawasan Titoni oleh karena itu ronde ini akhirnya disebut Ronde Titoni, karena tempat berhenti alm. Abdul Hadi  pun ada di depan toko jam Titoni.

Hingga akhirnya pada tahun 1985 Ronde Titoni tidak lagi dipikul dan berhenti di kawasan Titoni, Ronde Titoni pindah ke warung di kawasan Kudusan, tepatnya di Jalan Zainal Arifin, warung yang ditempatinya hingga kini dan tak pernah lagi pindah ke tempat lainnya. Meski tempatnya berpindah bukan lagi di kawasan Titoni, yaitu menjadi di kawasan Kudusan, ronde ini tak mengubah namanya, karena nama Ronde Titoni lebih mudah dikenal dan legendaris.

Ronde kering
Ronde kering via dutaindonesia.asia

Sejak 1985 juga Sugeng, penerus Ronde Titoni hingga saat ini meneruskan usaha ini. Dari kesembilan saudaranya, hanya dia lah yang tertarik meneruskan usaha ini. Pasalnya, sejak 1982, saat Sugeng masih di bangku SMP sering menemani bapaknya jualan setiap malam di kawasan Pasar Besar Malang.  Sehingga tak susah bagi Sugeng untuk terus berusaha mempertahankan resep warisan bapaknya. Setiap proses membuat ronde, Sugeng selalu menggunaan takaran dengan standar yang sama sejak Ronde Titoni ada. Perbedaannya hanya dalam cara memasaknya, Sugeng tidak lagi menggunakan arang seperti bapaknya, namun telah menggunakan kompor gas agar lebih praktis.

Menu andalah di Ronde Titoni ini tentunya rondenya, yaitu bulatan tepung beras yang berisi gula. Anda bisa memesan ronde dengan dua macam di sini, yaitu ronde basah dan ronde kering. Perbedaan dua ronde ini adalah, ronde basah disajikan dengan kuah, namun ronde kering kuahnya terpisah dan bulatan tepung berasnya dilumuri bubuk kacang. Anda bisa mencoba keduanya, karena cita rasa dari dua macam ronde ini berbeda sekali.

Menu andalan Ronde Titoni
Angsle di Ronde Titoni via nibroza.blogspot.com

Angsle juga menjadi menu andalan di sini. Sekilas angsle ini mirip dengan sekoteng, bedanya kuah angsle adalah santan panas yang diberi pandan dengan seidkit vanili. Jika pada sekoteng terdapat jahe, di kuah angsle tidak ada. Isi angsle ini banyak beraneka ragam, ada kacang hijau rebus, mutiara, kacang tanah sangrai, roti tawar dan pethulo (putu mayang).

Dua menu andalan ini sangat cocok untuk Anda nikmati di sejuknya Malang, terutama apabila jalanan Malang baru saja dibasahi oleh hujan yang deras.

sumber foto: merdeka.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.