BERBAGI
 Buah Mundu yang masak berwarna kekuningan. (Dokumentasi pribadi)
 Buah Mundu yang masak berwarna kekuningan. (Dokumentasi pribadi)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Tidak banyak warga Malang yang mengetahui buah mundu, buah ini saat ini terbilang langka dan sudah jarang sekali ada di belakang rumah bagi warga kota Malang.

Buah yang punya nama latih Garcinia Dulcis ini semakin langka karena saat coba dicari di penjual bibit tanaman buah di kawasan Malang Raya belum mendapatkan hasil. Penulis sendiri pernah mencari keberadaan buah ini di splendid, namun kebanyakan penjualnya menggelengkan kepala saat ditanya.

Buah yang punya kerabat dengan manggis (Garcinia mangostana) dan asem kandis (Garcinia parvifolia) ini terbilang sulit. Bahkan saat ciri-ciri buah, daun dan pohonnya dijelaskan kepada penjual, jawaban pencarian keberadaan bibit mundu tetap nihil.

Pernah suatu ketika penjual merespons ciri-ciri buah yang penulis katakan, namun mereka menjelaskan itu adalah buah putsa (Ziziphus Mauritania). Padahal perbedaan keduanya jauh dan terbilang banyak sekali.

Putsa atau yang lebih dikenal sebagai Ber, Chinee Apple, Jujube, Indian plum dan Masau. Buah putsa berukuran sedang (sekitar lima sentimeter) dengan warna hijau muda seperti apel manalagi. Daging buahnya berwarna putih dengan rasa buah yang manis dan renyah. Bentuk pohon putsa sedikit menjalar sehingga bila tanaman agak besar perlu ditopang oleh para-para ataupun ajir supaya tajuk dapat diatur rapi. Melihat tekstur buah dan rasanya, maka tak heran jika di Indonesia putsa disebut-sebut berkerabat dengan buah apel.

Mundu sendiri ukuran buahnya hampir sama dengan putsa (ukuran buah terbesar yang pernah penulis lihat mencapai enam sampai delapan senti dengan berat sekitar satu ons). Yang membedakan buah mundu berwarna hijau muda saat masih mentah dan berubah menjadi kuning cerah (mengkilat) ketika masak. Buah mundu memiliki satu sampai lima biji berukuran 2,5 cm berwarna coklat. Daging buah mundu berwarna kuning dan mengandung banyak air.

 Buah Mundu yang masak berwarna kekuningan. (Dokumentasi pribadi)
Buah Mundu yang masak berwarna kekuningan. (Dokumentasi pribadi)
Penulis sendiri mengenal buah mundu sendiri dari bapak ketika berkunjung ke salah satu kantor BUMN di seputaran Jl. Kawi Malang, sekitar 15 sampai 18 tahun lalu. Di salah satu sudut perkantoran tersebut terdapat sebuah pohon berbuah lebat setinggi sekitar 10 meter.

Pohon tersebut barangkali satu-satunya tanaman mundu yang pernah penulis temui. Memang terdapat salah satu jalan bernama Mundu di Malang, namun uniknya penulis belum pernah menemukan keberadaan tanaman mundu disana.

Pohon mundu di Kota Malang. (Dokumentasi pribadi)
Pohon mundu di Kota Malang. (Dokumentasi pribadi)

Beruntungnya, dari pohon mundu satu-satunya tersebut Penulis dapat memetik beberapa buah untuk dikonsumsi. Penulis pilih buah yang berwarna hijau tua dan menguning. Buah mundu tersebut Penulis peram beberapa hari.
Proses pemeraman buah mundu tak perlu menggunakan peralatan bantuan. Metode pemeraman sangat mudah. Cukup dibiarkan saja, selama beberapa hari buah yang berwarna hijau tua akan berubah kekuningan dan matang sempurna.

Buah yang berwarna kekuningan tersebut jika dikonsumsi rasanya manis dan menyegarkan. Serat buah cukup banyak sehingga baik untuk pencernaan. Didalam buah mundu terdapat beberapa biji laksana biji jambu air pada umumnya. Biji tersebut tak dibuang dan sengaja dipisahkan untuk ditebar sebagai benih.

Selanjutnya Penulis siapkan sebuah polybag dengan media tanam berupa campuran tanah humus dan pupuk kandang sebagai wadah menabur biji tersebut.

Sempat berharap biji mundu dapat sprout dalam beberapa hari masa tanam. Sayang, harapan takkunjung datang. Hingga sebulan lamanya belum muncul biji mundu dari tunas yang ditanam.

Biji mundu yang berhasil sprout menjadi bibit tanaman baru. (Dokumentasi pribadi)
Biji mundu yang berhasil sprout menjadi bibit tanaman baru. (Dokumentasi pribadi)

Menginjak bulan kedua keberadaan biji mundu seolah ‘terlupakan’. Sampai akhirnya tiba bulan kelima semenjak masa tanam. Biji mundu yang disebar telah sprout dan muncul empat tanaman baru setinggi 10-20cm.

Kini keempat tanaman tersebut dipindahkan ke pot berdiameter 40-50cm. Harapannya tanaman mundu akan lebih berkembang kuat sebelum dipindahkan ke tanah.

Manfaat dan Khasiat Tanaman dan Buah Mundu
Dikutip dari alamendah, Mundu di Jawa disebut juga rata, baros atau klendeng dalam bahasa Sunda dikenal sebagai jawura atau golodogpanto. Dalam bahasa Inggris dikenal juga dengan sebutan yang sama, mundu atau moendoe. Di Filipina disebut sebagai biniti atau bagalot, sedangkan di Thailand dikenal sebagai maphut. Dalam bahasa latin (ilmiah), mundu disebut Garcinia dulcis yang bersinonim dengan Garcinia longifolia, dan Xanthochymus javanensis.

Tumbuhan mundu (Garcinia dulcis) merupakan pohon berbatang pendek dengan tinggi maksimal 13-15 meter dengan tajuk yang mengerucut ke atas. Batangnya mempunyai kulit berwarna coklat dan mempunyai semacam getah berwarna putih yang akan berubah menjadi coklat pucat saat kering. Batang mundu ditumbuhi banyak ranting berbentuk hampir persegi empat yang mudah patah dan berbulu halus.

Daun mundu berbentuk bundar telur sampai lonjong jorong, panjang 10–30 cm dan lebar 3,5 – 14 cm, hijau pucat bila muda, permukaan atas hijau gelap dan mengkilat, pada bagian bawah dengan tulang tengah yang menonjol dan keras, urat-urat daun banyak dan paralel, panjang tangkai daun sampai dua cm. Bunga mundu muncul di dekat pangkal daun berwarna kuning keputihan dan berbau harum.

Pohon mundu sendiri tumbuh di Indonesia (Jawa dan sebagian Kalimantan) dan telah ditanam di negara-negara di Asia Tenggara seperti Thailand dan Filipina. Habitatnya adalah daerah dataran rendah hingga ketinggian 500 meter diatas permukaan laut.

Buah mundu paling enak dimakan ketika sudah matang dan berwarna kuning. Rasa buahnya sendiri manis, dengan tekstur yang berserat laksana mangga gadung/arumanis. Paling enak menikmati buah mundu yang masak dari pohonnya. Jika ingin memeram buah ini, pilihlah buah yang berwarna hijau tua dan peram buah mundu selama beberapa hari hingga masak dan berwarna kuning.

Selain untuk konsumsi buah mundu dapat diolah menjadi selai atau sebagai campuran jamu tradisional. Sedangkan kayu dan kulitnya, dahulu sering dipakai sebagai campuran pembuat warna hijau alami.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.