BERBAGI
Ketan Bubuk Kudusan Pahlawan Trip
Ketan Bubuk Kudusan Pahlawan Trip via kaskus
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jika Anda sedang ada di kawasan Pahlawan Trip, tentu Anda akan menemukan Ketan Bubuk Kudusan yang dijual di trotoar dengan sepeda motornya dan terdapat empat kursi bagi pelanggan yang ingin menikmati ketan bubuknya. Meskipun sangat sederhana, ketan bubuk kudusan ini telah ada sejak 1970 dan masih eksis hingga saat ini, masih banyak penikmatnya.

Bermula pada tahun 1970, alm. Supiyah yang memang memiliki keahlian memasak ketan mulai meracik resep serta metode memasak ketannya sendiri. Pertama kali merintis, alm. Supiyah menjual ketan bubuknya di sebuah gang di wilayah Kudusan atau Jalan Zaenal Abidin. Di sana lah awal mula mengapa ketan bubuk alm. Supiyah ini disebut dengan ‘Ketan Kudusan’.

Pada tahun 1980-an, terjadi kebakaran besar di Pasar Besar yang mengakibatkan sebagian besar pedagang direlokasi di jalan sekitar Pasar Besar dan Kudusan. Ketan Kudusan alm. Supiyah ini pun ikut berpindah meski tak ikut menjadi bagian yang terkena kebakaran, Ketan Kudusan pun pindah di kawasan belakang Altara. Setelah itu tak pernah pindah lagi hingga saat ini, Pasar Besar menjadi pusatnya.

Ketan Bubuk Kudusan
Suasana kawasan Jalan Ijen dan Pahlawan Trip, photo by msdrachmanto

Ketan Kudusan ini ditinggalkan pemiliknya pada tahun 1990 dan dilanjutkan oleh anaknya, Sri Utami kakak dari Khotimah (pengelola Ketan Bubuk Kudusan saat ini).  Lalu dilanjutkan oleh Samsul dan akhirnya Khotimah pun ikut mengelola sejak 2012. Sejak ada Khotimah, Ketan Bubuk Kudusan atau yang sering disingkat KBK ini tak hanya bisa dinikmati di Pasar Besar belakang Altara saja, namun bisa juga dinikmati di Pahlawan Trip sebagai cabangnya, sehingga Anda bisa memilih tempat yang terdekat oleh Anda, pasalnya rasanya tak berbeda, tetap dengan cita rasa yang selalu dijaga sejak generasi pertama, yaitu alm. Supiyah.

Ya, meski ada di dua tempat, rasa tak perlu Anda khawatirkan. Karena alm. Supiyah mewariskan metode dan resepnya ke keturunannya. Meski Khotimah tak pernah bertemu alm. Supiyah, neneknya, namun ia dapat menjaga cita rasa dari KBK ini yang Khotimah anggap sebagai warisan leluhur. Keturunannya terus mewariskan resep dan keahlian memasaknya kepada anak dan cucunya, oleh karena itu kita dapat menikmati ketan bubuk yang legendaris ini.

Menikmati Ketan Bubuk di Malang
Menikmati Ketan Bubuk di Malang via radarmalang

Di sini Anda tak hanya bisa menikmati ketan bubuk, namun juga bisa menikmati ketan lain seperti ketan susu dengan harga terjangkau. Anda bisa menikmati empuknya ketan dengan rasa bubuk kedelai yang lezat atau topping yang lain di sini sesuai selera Anda, waktu terbaik untuk menikmati Ketan Bubuk Kudusan adalah di pagi hari sambil menikmati suasana Malang yang sejuk. Tentu terasa lebih enak dan lezat apabila menikmati ketan bubuk legendaris di Malang dengan suasana yang semakin mendukung, bukan?

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.