BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Roma atau rombeng malam begitu terkenal di Malang. Pasar dadakan ini hanya ada di malam hari di Jalan Gatot Subroto, Malang. Biasanya pedagang akan menggelar lapaknya pada jam 20.00 keatas hingga tengah malam. Terkadang, pedagang juga buka hingga subuh dini hari.

Pasar ini menjual berbagai barang second atau baru seperti handphone (hp), baju, sepatu, celana, barang loak onderdil, dan lain sebagainya.

Roma dulu juga dikenal dengan pasar maling, penamaan ini berasal dari sumber barang yang dijual yang konon merupakan barang curian. Ada anekdot lucu di kalangan anak-anak Malang untuk Roma ini, misalnya jika kita kehilangan hp maka pasti secara guyonan akan dikatakan jika hp itu pasti sebentar lagi bakal ada di Roma.

Tetapi anggapan itu coba ditepis oleh pedagang, karena mereka berasalan jika barang daganganya didapatkan dengan jujur dan ada dusbook-nya, meski terkadang penulis sendiri kerap menemui dusbook yang tidak sama IMEI-nya (International Mobile Equipment Identity) dengan yang tertera di hp. Tetapi, apapun sebutannya, Roma tetap menjadi destinasi yang mengasyikan bagi pecintanya.

Salah satu pedagang baju dan jaket yang ada di Roma (Foto: http://warnausahabisnis.blogspot.co.id/)
Salah satu pedagang baju dan jaket yang ada di rombeng malam (Foto: http://warnausahabisnis.blogspot.co.id/)

“Pasar maling memang identik, tidak apa-apa kami menerimanya. Tetapi hal itu adalah yang kurang tepat, karena banyak pedagang disini yang menjual barang karena kulakan seperti baju, celana, atau sepatu. Seperti saya saat ini jualan aksesoris hp¬†karena menjualkan punya teman yang punya counter hp di daerah Malang Plasa,” tegas M Faruk, pedagang aksesoris hp.

Seorang kawan menuturkan, di Roma dirinya kerap menemukan barang-barang original second yang miring harganya. Sebuah jaket parka yang biasa dihargai jutaan kena Rp200 ribu saja. Termasuk sepatu merk ternama yang dijual dengan sangat murah.

Trik untuk mendapatkan harga miring adalah dengan cara melakukan penawaran terendah. Samsul, seorang kawan yang menemani penulis di Roma menuturkan jika untuk membeli barang hendaknya ditawar hingga separuh harga. Kadang, banyak pembeli yang memang sudah terbiasa membeli barang disana sudah tidak sungkan lagi melakukan penawaran yang jatuh.

“Kamudian nanti pedagang akan bilang, naikkan sedikit saja mas, biar sama-sama untung,” kata dia.

Salah satu faktor kenapa barang di Roma murah adalah ketiadaan pajak yang membelit bagi pedagangnya. Hal ini terjadi karena pasar ini bukan pasar resmi sehingga harga jualnya murah dan masih bisa ditawar. Faktor inilah yang terkadang membuat pedagang enggan direlokasi oleh pemerintah. Karena mereka sudah cukup senang dengan menggelar karpet dan menata barangnya tanpa disertai peneduh.

“Enak seperti ini saja, karena kita akan murah mendapatkannya,” tegas kawan penulis tadi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.