BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Bila Anda sedang jalan-jalan di kawasan kompleks Klenteng Eng An Kiong, Jl Laksda Martadinata, Kota Malang, Anda akan menemukan sebuah tempat yang berjualan rujak cingur atau sering disebut Rujak Klenteng. Rujak cingur di sini telah ada sejak 1970, meski bukan lagi alm. Asmani yang berjualan, namun oleh anaknya, Sumiarti, tetap menjaga cita rasa dan kualitas dari rujak cingurnya.

Awalnya, Asmani bersama keluarganya tidak memulai jualannya di daerah Klenteng Eng An Kong, Malang. Namun ia memulainya di depan rumahnya di Madura dan terkenal oleh tetangganya bahwa rujak cingurnya begitu lezat. Demi memperbaiki kehidupan, akhrinya Asmani, suaminya dan Sumiarti yang masih berumur delapan tahun pindah ke Malang dan mulai berjualan di daerah Pecinan Pasar Besar.

Saat rujak cingur mulai laku dijual di kawasan Pecinan, ada seorang pelanggan yang menyarankan untuk jualan di dalam klenteng, agar tidak lagi kesusahan apabila ingin menikmati rujak cingur dari Asmani ini. Akhirnya mereka pun mencoba berpindah ke kawasan klenteng dan luar biasa tanggapan dari masyarakat tionghoa di sana, mereka sangat tertarik dengan hadirnya rujak cingur ini. Banyak pelanggan dari orang tionghoa setelah mereka beribadah di klenteng. Hingga akhirnya pada tahun 2000, Asmani mulai kwalahan dengan banyaknya orang yang membeli rujaknya, akhirnya ia pun memiliki karyawan yang semuanya wanita yang teliti dan cekatan.

Klenteng Eng An Kiong
Klenteng Eng An Kiong via
yasminfarani.wordpress.com

Peran dari pelanggan-pelanggan setianya di klenteng lah yang membuat rujak cingur ini semakin digemari. Pasalnya, pelanggan-pelanggan Rujak Klenteng dengan mudah menginformasikan apabila ada kuliner yang perlu mereka coba. Selain peran pelanggan, usaha dari Asmani dan Sumiarti yang ada di basement Klenteng Eng An Kong dalam menjaga rasa dan kualitasnya juga perlu diacungi jempol. Selain rasa yang selalu dipertahankan, petis di Rujak Klenteng ini adalah buatan sendiri. Longtong, sayuran hijau, bengkuang, tahu goreng, tauge, mentimun dan potongan cingur sapi (mulut sapi) tak ada yang boleh ketinggalan, terutama alas dari rujak tersebut yaitu daun pisang yang merupakan satu bagian penting yang tidak boleh tertinggal.

Tempat mengulek di Rujak Klenteng via promomalang.com
Tempat mengulek di Rujak Klenteng via promomalang.com

Sumiarti sebagai generasi penerus kedua belum berani menyerahkan resep bumbu petisnya atau bahkan cobek yang selalu digunakan bahkan kepada anaknya. Hingga saat ini yang mengulek bumbu selalu Sumiarti. Hal tersebut ia usahakan agar rasanya tetap terjaga, tidak berubah dan tetap legendaris.

Rujak Klenteng ini menu makanan yang wajib Anda nikmati bila ingin bernostalgia dengan Malang, karena telah ada sejak tahun 1970 dengan rasa yang tak berubah. Anda pun juga bisa jalan-jalan menikmati suasana kawasan Keleteng Eng An Kong yang belum banyak mengalami perubahan hingga saat ini.

sumber foto: resepkomplitmasakankampung.blogspot.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.