BERBAGI
Soto Daging Pak To
Soto Daging Pak To
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ada lagi kuliner Malang yang ada sejak tahun 1990 dan masih survive dan ramai pengunjung hingga saat ini, Soto Daging Lamongan Pak To. Kuliner satu ini menjadi saksi dari pembangunan di kawasan perempatan traffic light Dieng. Dahulu, sejak Pak To mendirikan usahanya ini kawasan Dieng masih ruang terbuka hijau yang asri, berbeda sekali dengan keadaan 26 tahun sejak adanya Soto Daging Lamongan Pak To. Dieng telah menjadi salah satu pusat keramaian, terdiri berbagai macam ruko, mall, jalan raya yang cukup padat dan aktivitas kota Malang yang cukup sibuk.

Meski Malang banyak berubah serta penghuni silih berganti dari berbagai generasi dan daerah yang bukan hanya luar kota tapi bisa saja luar pulau, Soto Daging Lamongan Pak To seiring pembangunan kota Malang tak pernah kehilangan pelanggannya, warung dengan tenda birunya selalu ramai oleh pengunjung yang akan menikmati soto dagingnya dengan cita rasa yang tak berubah sejak pertama kali Pak To berjualan, ini lah yang menjadi keunggulan Pak To sehingga sotonya selalu dirindukan karena rasa lezatnya tak pernah berubah, kualitasnya selalu dijaga.

Sejak Pak To menjualnya dari harga Rp150 hingga saat ini Rp9.000 tetap ada di tempat yang sama, di Jalan Galunggung, tak jauh dari perempatan traffic light Dieng. Pak To dengan nama lengkapnya Sugianto bersama istrinya telah memiliki pengalaman berhijrah atau merantau ke berbagai daerah, tak hanya Malang saja. Ia pernah menetap di Lamongan, Surabaya, bahkan Jakarta. Yang dahulu Pak To adalah supir kantor dan travel memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri, hingga akhirnya sejak 1990 Pak To menetap di Malang dengan berjualan soto daging yang legendaris ini.

Usaha yang Pak To dan istrinya jalankan ini telah mampu menguliahkan anaknya di tahap S1 berkat kerja keras dan kekonsistenan dalam menjaga cita rasa dan kualitas. Meski daging sapi, daging yang dipilih Pak To termasuk daging yang cukup mahal dan tak jarang juga tidak stabil dibandingkan daging ayam yang lebih murah dan tentu saja menguntungkan. Namun Pak To tak mempermasalahkan hal tersebut, pasalnya ia berpikir bahwa memang rezekinya ada pada soto daging bukan soto ayam, ia berpikir bila beralih ke ayam mungkin tak akan selaris ini.

Bila Anda ada di kawasan Dieng bisa mampir sejenak untuk menikmati soto legendaris dari Pak To sejak pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, menikmati semangkuk soto daging yang hangat di tengah hiruk pikuk kota di bawah tenda sederhana yang menjadi saksi bahwa Malang telah mengalami banyak perubahan. Mungkin sebagai pencair suasana, Anda pun bisa mengobrol dan bernostalgia tentang Malang pada tempo doeloe yang memiliki suasana yang tentunya selalu dirindukan.

sumber foto: alimustikasari.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.