BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Malang dihebohkan dengan kembali hadirnya Festival Malang Doeloe yang diselenggarakan pada 7-8 Februari 2016. Warga memang sangat menanti festival yang menjadi proyek model kota Malang ini, namun banyak yang berbeda dari Festival Malang Doeloe daripada biasanya. Apa saja perbedaannya?

Dari namanya saja sudah berbeda, acara yang biasanya dinikmati warga Malang bertajuk: Festival Malang Tempo Doeloe atau Malang Kembali. Namun kali ini acara digelar dengan tanpa nama ‘Tempo’, hanya ‘Festival Malang Doeloe’. Secara lokasi pun berbeda, biasanya digelar mewah dengan interior yang sangat ‘tempo doeloe’ di Jalan Besar Ijen atau pernah di kawasan Alun-alun Kota Malang, sedangkan Festival Malang Doeloe digelar sederhana di Jalan Simpang Ijen.

FESTIVAL MALANG DOELOE 2016
FESTIVAL MALANG DOELOE 2016

Banyak orang menganggap bahwa festival ini seperti festival sebelumnya, tapi ternyata banyak orang yang salah. Karena penyelenggara Festival Malang Tempo Doeloe yang seharusnya adalah Yayasan Inggil dan sebenarnya Festival Malang Tempo Doeloe akan diselenggarakan pada tahun 2017 dengan hasil riset selama dua tahun. Sedangkan Festival Malang Doeloe ini diselenggarakan kolaborasi dari berbagai SMA, yaitu: SMA Taman Madya, SMA Shalahuddin, SMA Panjura, SMA LAB UM, SMA Bahrul Maghfiroh, SMA Muhammadiyah 1, SMA Ardjuna, SMA Kertanegara, SMA KR. Frateran dan SMA BSS.

Namun konsep dari kolaborasi SMA di Malang ini tak banyak membuat warga Malang puas dengan hadirnya Festival Malang Doeloe. Festival yang diselenggarakan di jalan yang tak terlalu lebar. Gubuk ‘tempo doeloe’-nya pun hanya ada sedikit di bagian depan, yang lain tak lebih dari sekadar orang yang berjualan berjejeran. Yang berjualan pun tak difilter, meski Anda akan menemukan kerak telor, gulali atau arbanat di tempat yang sama Anda bisa menemukan Takoyaki (masakan khas Jepang) dan banyak sosis bakar yang dijual di sana.

festival malang doeloe 2016

Ada yang menarik dari Festival Malang Doeloe ini adalah ada spot permainan tempo doeloe yang dikonsep modern, (foto di atas) Anda hanya cukup menaikkan botol dengan alat pancingan yang ujungnya ada ring kecil dan akan mendapatkan handphone, tablet atau laptop secara gratis! Ya, spot ini begitu ramai dikelilingi pengunjung yang ingin mencoba atau sekadar melihat.

Namun tetap saja banyak pengunjung yang mengaku kecewa seperti Oktavia yang baru saja lulus dari universitas, “Yaaa bagusan yang dulu, kecewa karena nggak kayak dulu.” Oktavia pun mengaku tidak mengetahui siapa penyelenggaranya.

Tak berbeda dengan Deka yang merupakan mahasiswi dari Universitas Brawijaya, “Kalau menurutku sih ini lebih kayak pasar malam minggu gitu, kayak pas lagi di CFD gitu. Nggak terlalu kecewa sih, soalnya yang dulu itu kan di alun-alun itu rame banget, lebih macet daripada ini.”

Tentu hal ini menjadi kritik bagi penyelenggara Festival Malang Doeloe yang rupanya memang membuat festival dengan konsep Malang pada tempo doeloe tak semudah itu dan dampaknya pun mengecewakan banyak warga. Semoga saja Festival Malang Tempo Doeloe yang sesungguhnya akan bisa kita nikmati pada tahun 2017 dengan konsep ‘tempo doeloe’ yang megah dan dapat kita nikmati baik warga Malang atau pun luar Malang.

sumber foto: milik penulis pribadi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.