BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Salah satu kuliner yang terkenal dan legendaris di Malang adalah Rawon Rampal, namun siapa yang menyangka bahwa rawon di sini telah ada sejak tahun 1957, itu artinya Rawon Rampal telah 56 tahun berdiri. Menariknya, usaha kuliner itu tak pernah mengalami fase susah sejak pertama kali almarhum Mbah Syari’ah hingga usahanya diteruskan anaknya bernama Suprihatin. Lalu dilanjutkan lagi oleh anak Suprihatin, Ninik Wahyuni.

Cukup berbeda dengan kisah-kisah kuliner legendaris yang telah ada sejak bertahun-tahun lalu, kebanyakan dari mereka memiliki masa susahnya sendiri, terutama di awal-awal yang tak banyak mengenal. Namun berbeda dengan Rawon Rampal yang ungkap penerusnya saat ini tak pernah sepi pengunjung sejak 59 tahun yang lalu, sejak pemilik pertama, lmarhum Mbah Syari’ah jualan nasi rawon pada 1957 langsung laris.

Hal yang paling unik dan membuat Rawon Rampal sampai saat ini selalu diburu adalah karena selain resep yang dipertahankan, cara memasaknya pun tak berubah. Rawon Rampal masih menggunakan tungku dan arang yang membuat rasa dan aroma berbeda dan hal tersebut tak akan didapatkan yang memasak rawon dengan elpiji. Bau asap yang khas membuat rawon ini makin sedap. Tentu menjadi keunggulan tersendiri, karena hampir tidak ada yang masih sabar dan teliti menggunakan cara memasak tradisional. Dan bagi penerus Rawon Rampal ini tak lagi sulit meski memasak dengan cara lama, karena mereka telah terbiasa meski lama dan ribet.

Warung berwarna coklat tersebut Rawon Rampal.
Warung berwarna coklat tersebut lokasi Rawon Ramp, sumber google street view.

Anda bisa menikmati rawon yang selalu dirindukan ini di Jalan Panglima Sudirman No. 71A, Klojen, Jawa Timur 65111 sejak pukul 07.00, namun pukul 14.00 biasanya Rawon Rampal ini telah habis.

Ciri khas dari Rawon Rampal juga dari penampilan rawon yang lebih pekat tanpa lemak. Hanya ada kuah dan daging sapi dengan potongan cukup tebal yang empuk. Setiap satu panci yang dibuat selalu dicampur dengan satu kilogram bumbu yang di antaranya adalah campuran keluak, kunyit, bawang putih, bawang merah, jahe, serai, lengkuas, dan jeruk purut. Dan bumbu ini tak pernah diubah dari pertama rawon ini ada hingga saat ini.

Suasana di dalam warung Rawon Rampal via merdeka.com
Suasana di dalam warung Rawon Rampal via merdeka.com

Rawon ini setiap harinya menghabiskan 10 kilogram daging sapi untuk rawon dan soto, ditambah 30 kilogram babat krawis serta 15 kilogram empal sebagai lauk tambahannya. Dengan harga Rp25.000 Anda bisa menikmati rawonnya, cukup mahal namun Anda tak akan menyesal untuk menikmati karena rasa dan aromanya.

Anda belum pernah mencoba rawon di sini? Atau telah lama tak menikmatinya lagi? Sebaiknya Anda menikmati rawon dengan cita rasa yang unik dan cara memasak yang masih tradisional ini.

sumber foto: merdeka.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.