BERBAGI
wedang angsle khas malang
Wedang Angsle khas Malang via nibroza.blogspot.com
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Anda bisa mendapatkan angsle di beberapa tempat di Malang, sangat banyak yang berjualan angsle, bahkan ketika Anda di rumah di beberapa tempat tertentu masih ada yang berkeliling dengan gerobaknya dan berjualan angsle. Namun ada warung angsle yang proses pembuatannya masih tradisional, di warung yang berjualan dengan gerobak di Pasar Polehan, Blimbing, Kota Malang ini masih memakai bahan bakar arang dan mempertahankan resep. Angsle yang cukup terkenal dengan proses yang masih sederhana ini adalah Angsle Pak Solikin.

Nama ‘Pak Solikin’ sendiri adalah pemilik warung ini dan saat ini diteruskan oleh anaknya, Rudi, 34 dan Suraji, 48. Dengan prinsip tak boleh mengecewakan pelanggannya, Angsle Pak Solikin masih ramai oleh pengunjung meski warungnya cukup sederhana. Di warung Angsle Pak Solikin hanya ada┬ádua set bangku meja kursi dari kayu berukuran sekitar 1,5 meter yang dipenuhi pengunjung.

Awal mula berdirinya Angsle Pak Solikin ini sebenarnya tidak sengaja dan tidak ada rencana, bahkan pada tahun 1976, Pak Solikin menggeluti usaha reparasi sepeda kayuh dan rombengan di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kudusan, Kota Malang. Yang menyebabkan ia berpindah haluan karena ada tetangganya, almarhum Kusmana menawarkan usaha angsle dan rondenya sekaligus dengan rombong dan resepnya karena beliau sudah terlalu tua untuk melanjutkan dan tak ada yang mau melanjutkan.

Akhirnya Pak Solikin pun sepakat membeli dengan harga Rp125 sekaligus dengan resepnya, resep itu lah yang dipertahankan hingga saat ini, bahkan cara pembuatannya pun tak jauh berbeda.

via forsquare
via forsquare

Meskipun terbilang ‘terima jadi’, usaha Pak Solikin tak semudah itu. Usaha reparasi yang telah ditinggalkan membuatnya fokus ke usaha angsle dan ronde ini, namun pada awalnya sangat jarang yang membeli angslenya, bahkan setiap harinya hanya mampu menjual 10 hingga 15 mangkuk saja dan sisanya diberikan kepada tetangganya secara gratisan.

Jiwa optimisme dan tak mau menyerah Pak Solikin lah yang membuat akhirnya angslenya laku dan ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Yang dahulu hanya perlu 3 hingga 5 biji kelapa, sekarang bisa hingga 10 biji kelapa. Dahulu angsle ini dijual dari harga Rp15 hingga saat ini Rp4.000, cukup murah bukan dengan cita rasa angsle sedap dan khas karena prosesnya yang masih tradisional?

Sudah 39 tahun Angsle Pak Solikin yang berada di Jalan Zainal Jaksa ini ada, sejak tahun 1976, bila Anda belum pernah mencicipi angslenya Anda sebaiknya mencobanya, karena tak banyak atau hampir tidak ada angsle yang proses pembuatannya masih dengan cara tradisional.

sumber foto: kaskus

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.