BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di Malang juga ada Bakso Solo, yang terkenal dan bahkan memiliki total empat gerai adalah Bakso Solo Kepanjen. Ketiga cabangnya terdapat di Jl Perusahaan 2 Karanglo, Singosari kemudian di Pakisaji dan Kendalpayak. Namun gerai pertamanya yang merupakan kontrakan pemiliknya sebenarnya berada di  Jl Raya A. Yani 38, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang didirikan oleh Sutanto.

Sutanto merupakan seorang pria berkelahiran Solo yang sebenarnya merantau ke Malang tanpa tujuan yang jelas dan dengan modal pas-pasan. Berawal dari Sutanto yang dua kali gagal tes TNI namun selalu gagal yang membuat dirinya akhirnya pindah ke Malang dengan uang Rp2,5 juta yang diberi kedua orang tuanya, Ngadi dan Ngatiem yang di Solo memiliki usaha bakso.

Tak mau membantu orang tuanya berjualan bakso di Solo namun Sutanto berinisiatif membuka usaha bakso solo-nya di Malang menggunakan rumah yang dikontraknya menggunakan uang saku dari orang tuanya. Tak sendirian, Sutanto dibantu oleh dua temannya dari Sukoharjo dan akhirnya membuka usaha baksonya.

Namun tak berhenti sampai di situ saja perjuangan dari Sutanto, ia melewati berbagai macam ujian lainnya. Baksonya tak juga berkembang setelah sembilan bulan dibuka, hal itu membuatnya harus ke Kota Malang hanya untuk menjual cincin dari orang tuanya. Pun perjalanannya ke Kota Malang tak semudah itu, di sakunya hanya ada Rp500 saja, sampai di Terminal Gadang ia harus menggadaikan jam tangannya untuk bisa ke Kota Malang.

Berkat optimisme dan kemauan terus berkembang, akhirnya Sutanto menyadari bahwa resep yang ia bawa dari Sukoharjo tak cukup. Ia harus mengembangkan lagi, sampai akhirnya ia menemukan resepnya sendiri dengan kanji yang lebih dikurangi dan merasa cocok dengan paha sapi untuk dijadikan pentol, karena ia rasa bagian tersebut lah yang lebih terasa enak.

Bakso Solo-nya pun terus berkembang, bahkan pada tahun 1998 pernah membuka cabang di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Namun tak begitu ramai pengunjung yang akhirnya membuat Sutanto terpaksa harus menutup cabang pertamanya tersebut.

Usahanya tak sia-sia, saat ini setiap harinya selalu ada 120 kilogram daging sapi bagian paha yang diolah, selain gurih memang daging sapi ini lebih mudah diolah untuk dijadikan pentol. Selain itu usaha Sutanto telah memiliki tiga cabang, meski begitu ia terus turun tangan dalam mengolah baksonya agar rasa tak berubah. Bakso selalu diolah di markas Kepanjen baru dikirim ke berbagai cabang lainnya. Jadi Anda tak perlu khawatir bila menikmati baksonya di cabang lainnya, karena proses pembuatan dan resepnya sama, tentu rasanya tak berbeda kelezatan dan kegurihan dari bakso solo ini.

sumber foto: ahligizi.info

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.