BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Bila Anda sering ke kawasan Blimbing tentu Anda tak asing dengan ‘Sate Kambing Bunul Haji Paino’. Ya, warung sate ini terkenal dan selalu ramai pengunjung. Banyak yang merindukan satenya dan berbagai variasi olahan daging kambing lainnya yang cukup lengkap. Namun sebelum adanya Sate Kambing Bunul Haji Paino ini, pemilik warung ini memiliki cerita perjuangannya sendiri yang menarik.

Semuanya bermula dari almarhum H. Paino yang saat itu masih lajang pada tahun 1973 berusaha mengumpulkan modal bersama dua temannya, yakni almarhum Sampuri dan almarhum Kusnan. Modal yang terkumpul rupanya berhasil digunakan untuk memulai usaha sate, namun dahulu tidak di lokasi yang sekarang ini. Namun, awal mulanya berada di Jalan Kaliurang, Kota Malang.

Hingga almarhum H. Paino pun menikah dengan almarhumah Sulikah dan memiliki kehidupan baru, mereka berdua ingin memiliki warung sate sendiri di Kota Malang. Akhirnya almarhum H. Paino menemukan sebuah tempat yang ditempatinya saat ini, di  Jl Hamid Rusdi Timur 315 Kelurahan Bunul Rejo, Blimbing.

Mungkin Anda melihat warung sate ini tak pernah sepi dan banyak orang yang rela parkir agak jauh demi mampir untuk menikmati satenya. Namun saat di awal keadaannya begitu berbeda, lokasinya bisa dibilang cukup susah untuk mendirikan sebuah usaha kuliner. Pertama, tempatnya ditumbuhi ilalang yang cukup tinggi dan sangat kotor, namun almarhum H. Paino dan istrinya tak menyerah.

Bahkan setiap harinya almarhum H. Paino harus mengantarkan air ke warung sejauh 100 meter karena di warung tersebut airnya masih susah didapatkan. Namun hasil kerja kerasnya pun tak sia-sia, banyak pelanggan di warung sate ini.

Nikmati sedapnya olahan kambing, via entrepreneurstart.pw
Nikmati sedapnya olahan kambing, via entrepreneurstart.pw

Sate Kambing Bunul H. Paino ini telah sampai di generasi kedua, sejak 1997 anak dari almarhum H. Paino, Daryanto telah diminta untuk terjun langsung membantu ayahnya. Banyaknya pesanan tak menghalangi Daryanto yang akrab disapa Yanto menyerah dan mengeluh meski dirinya pun saat itu menjadi mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Mobilitas yang cukup tinggi dari Yanto saat menjadi mahasiswa akhirnya hanya bisa membantu usaha kuliner ayahnya ini hal-hal yang terkait di luar, seperti manajemen dan pemasaran. Namun sejak Yanto menikah usaha ini diserahkan seutuhnya kepadanya.

Di generasi kedua Sate Kambing Bunul Haji ini semakin melejit, jika dahulu hanya ada sate dan gulai kambing saat ini terdapat krengsengan kambing, tong seng, sup iga kambing, gulai kakat dan yang paling difavoritkan pelanggan dan resepnya merupakan resep dari istri Yanto adalah krengsengan kikil. Setiap harinya bisa 25 hingga 30 ekor kambing yang disembelih, bahkan pada 2005 sempat hingga 35 ekor kambing.

Bagi Anda yang ingin menikmati sate dan olahan daging kambing lainnya atau bahkan ingin memesan paket syukuran atau aqiqah di sini Anda bisa mengunjungi warung yang berada di Hamid Rusdi atau cabangnya yang berada di Jalan Raya Randu Agung  62–64, Singosari, Kabupaten Malang. Waktu bukanya mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, atau bila ingin menghubungi via telepon bisa ke 0341-322934.

sumber foto: infomalangraya.net

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.