BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Pagi tadi, publik Malang dihebohkan dengan sebuah foto Jembatan Sukarno Hatta yang melengkung karena adanya antrian mobil. Kehebohan tersebut berlangsung cepat sehingga menjadi sebuah viral yang tidak bisa dihentikan di jagat maya.

Seperti yang sudah banyak diberitakan, kelengkungan jembatan memang menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan. Apalagi, dari perkiraan yang pernah dirilis oleh pakar sebelumnya jika usia jembatan itu hanya berusia 30 tahun. Jika dibangun pada tahun 1988, maka usia jembatan itu tinggal dua tahun.

Tentu bumbu seperti itu membuat nitizen heboh apalagi, beberapa akun radio seperti SS100 Surabaya yang turut memberitakan sehingga kehebohannya sampai ke telinga pejabat terkait.

Sejak pagi hingga sore tim dari Pemerintah Kota Malang langsung meninjau lokasi dan melakukan pemotretan dari lokasi yang dianggap pas dengan gambar yang ada di atas. Hasilnya mereka memberikan bantahan kondisi jembatan yang melengkung. Karena dari tinjauan langsung jembatan masih baik-baik saja.

Sementara itu, Pewarta Foto Indonesia Malang, melalui laman Facebook-nya juga menjelaskan jika lengkungan yang terjadi karena efek kamera. Tim PFI melakukan penelitian dengan melakukan pemotretan dengan dua lensa yaitu lensa lebar (wide) dan lensa melengkung (fish eye). Hasil dari dua lensa itu cukup memberikan gambaran tentang foto yang diunggah oleh nitizen, karena memang berbeda.

Foto yang di hasilkan dengan dua kamera menghasilkan distorsi cembung, berbeda dengan foto yang beredar si netizen. Hal tersebut di namakan distorsi barrel yang menghasilkan karakter cembung.

Hasil dari PFI Malang Foto: Page PFI
Hasil dari PFI Malang | Foto: Page PFI

Kemudian PFI Malang mencoba mode panorama dengan menggunakan kamera ponsel pintar dengan format vertikal dan horinzontal. Pada pemotretan tersebut akhirnya kami menemukan hasil duplikasi foto jembatan melengkung yang beredar di media sosial.

Menurut PFI, dalam bidang hobi fotografi, sebenarnya sah-sah saja berkarya dan berkreasi dengan distorsi pada kamera dan lensa. Namun untuk foto jurnalistik yang menggambarkan fakta sebenarnya untuk pembaca tidak diperbolehkan. Masyarakat sekarang masih memandang medium fotografi adalah media dokumentasi yang menggambarkan peristiwa sebenarnya, namun jangan salah, teknik editing dan perkembangan kamera yang pesat bisa menimbulkan efek-efek tertentu yang tidak sesuai pandangan mata dan fakta.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.