BERBAGI
Kereta api Penataran | Sumber: Flickr
Kereta api Penataran | Sumber: Flickr
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kereta Api Penataran merupakan salah satu moda transportasi unggulan yang digunakan oleh masyarakat untuk bepergian di beberapa wilayah Jawa Timur seperti Blitar, Malang, Pasuruan, Sidoarjo dan Surabaya.

KA Penataran sudah cukup lama hadir melayani transportasi di Kota Blitar, Malang hingga Surabaya. Penulis sendiri pertama kali menggunakan KA ini ketika awal tahun 90-an lalu, ketika eksterior kereta masih menggunakan livery berwarna merah dan biru ala Perumka. Interiornya sendiri hampir mirip dengan kondisi sekarang ini, meskipun bangku penumpang terbuat dari rotan.

Saat ini livery KA Penataran telah beberapa kali ganti warna. Untuk interiornya pun telah mengalami beberapa perubahan dengan pergantian bangku penumpang hingga pemasangan penyejuk udara atau AC.

Rangkaian kelas ekonomi lokal ini sangat diminati oleh sebagian masyarakat Jawa Timur karena manfaat yang didapatkan seperti harga yang murah Sebagai perbandingan, perjalanan dari Malang ke Surabaya dapat dinikmati dengan mengeluarkan kocek seharga Rp12.000. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan menggunakan bus antar kota yang tarifnya mencapai dua kali lipatnya (kelas non Patas).

Secara ringkas, harga tiket memang berubah beberapa lali, saat iniberdasarkan jarak yang di tempuh. Jarak 0-47 km (kilometer) = Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah), jarak 48-95 km = Rp12.000 (dua belas ribu rupiah), jarak 96-170 km = Rp15.000 (lima belas ribu rupiah), jarak 171-235 km = Rp18.000 (delapan belas ribu rupiah) jarak 236-280 km = Rp24.000 (dua puluh empat ribu rupiah) jarak lebih dari 280 km = Rp30.000 (tiga puluh ribu rupiah).

Khususnya bagi Anda yang memiliki waktu luang dan ingin bepergian mengitari sebagian wilayah Jawa Timur menggunakan Kereta Api Penataran dan Rapih Dhoho (KA Penataran/Dhoho setelah di Blitar akan berganti nama meskipun menggunakan rangkaian kereta yang sama) meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Mojokerto, hingga kembali ke Surabaya.

Meski murah okupansi Kereta Api Penataran sangatlah bagus. Sebelum Direktur PT KAI, Ignasius Jonan melakukan pembenahan besar-besaran pada perjalanan Kereta Api, jumlah penumpang KA Penataran sering membludak. Tak jarang penumpang yang hendak ke Surabaya maupun Blitar dari Stasiun Malang Kota tak kebagian tempat duduk.

Saat ini dengan penghapusan tiket berdiri, minat calon penumpang terhadap KA Penataran masih cukup tinggi. Apalagi penumpang dapat memilih dan memesan keberangkatan KA hingga H-7 sebelum keberangkatan. Seringkali di waktu peak time tiket habis meskipun keberangkatan KA baru beberapa hari kemudian. (Catatan: Karena permintaan yang tinggi, tiket berdiri kemudian tetap ada)

Sebagai informasi dalam satu rangkaian KA Penataran biasanya terdiri sekitar 4-7 kereta/gerbong. Tiap kereta memiliki kapasitas hingga 103 penumpang (duduk) dengan posisi saling berhadapan.

Keberangkatan KA Penataran dilayani mulai pukul 05.10 WIB di Stasiun Surabaya Gubeng (KA 363), 04.20 WIB di Stasiun Malang (KA 362), serta 04.10 WIB di Stasiun Blitar (KA 364). Sementara perjalanan KA Penataran akan berakhir pada pukul 21.55 WIB tiba di Stasiun Malang, pukul 21.24 di Stasiun Blitar (KA 371) serta pukul 21.24 WIB di Stasiun Surabaya (KA 357).

Perjalanan KA Penataran akan melewati beberapa stasiun berikut : Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Wonokromo (Surabaya), Stasiun Waru, Stasiun Gedangan, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Tanggulangin, Stasiun Porong(Sidoarjo), Stasiun Bangil, Stasiun Wonokerto, Stasiun Sukorejo, Stasiun Sengon (Pasuruan), Stasiun Lawang, Stasiun Singosari, Stasiun Blimbing, Stasiun Malang, Stasiun Malang Kotalama, Stasiun Pakisaji, Stasiun Kepanjen, Stasiun Ngebruk, Stasiun Sumberpucung, Stasiun Pohgajih, Stasiun Kesamben, Stasiun Wlingi, Stasiun Talun, Stasiun Garum serta Stasiun Blitar.

Pemandangan selama perjalanan KA Penataran cukup menarik. Di petak Lawang-Bangil kita dapat menyaksikan keindahan Gunung Arjuno serta kawasan pegunungan Tengger. Selain itu jika Kereta Api melintas antara Stasiun Sumberpucung dan Pohgajih, KA Penataran akan melewati Bendungan Karangkates dan terowongan Eka Bakti Karya dan Dwi Bakti Karya yang masing-masing memiliki panjang 800 dan 400 meter.

Interior KA Penataran sendiri masih cukup terawat. Perubahan besar yang dilakukan oleh manajemen PT KAI dibawah Ignasius Jonan membawa hasil hingga ke tingkatan KA kelas ‘terendah’. Salah satunya terkait dengan kebersihan didalam kereta. Salah satu member Youtube, rtkChannelHD membuat video dokumentasi perjalanan KA Penataran dari Stasiun Gubeng ke Malang yang dapat kita saksikan melalui laman youtube berikut ini.

Selain digunakan sebagai perjalanan KA komersial yang mendapat subsidi pemerintah (PSO/Public Service Obligation), KA Penataran di masa mudik Idul Fitri bulan lalu pernah mendapat kesempatan menyelenggarakan mudik gratis cukup hanya dengan bermodal identitas diri calon penumpang pribadi/keluarga.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.