BERBAGI
Persiapan sebelum pementasan Ojung | sylvianitawidyawati.blogspot.co.id
Persiapan sebelum pementasan Ojung | sylvianitawidyawati.blogspot.co.id
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat meminta pertolongan kepada Tuhan untuk menurunkan hujan, salah satunya adalah tradisi Ojung. Masyarakat Kota Malang bisa jadi tidak banyak yang tahu karena kegiatan ini hanya dilakukan di daerah Kabupaten Malang di bagian selatan seperti Pagelaran, Donomulyo dan lain sebagainya.

Ojung adalah pertarungan dua orang dengan menyabetkan sebuah rotan. Sejarah Ojung sendiri berasal dari Madura, namun dalam perkembangannya tradisi tersebut dibawa oleh orang-orang Madura ke Malang dan dalam hal ini terus dilestarikan di Malang Selatan, daerah yang mempunyai banyak sekali pantai indah.

Kegiatan ini digelar di sebuah panggung yang sudah disiapkan, selain panggung, terkadang juga dilakukan di tempat biasa dengan memberikan garis pemisah antara pemain dan penonton. Kemudian juga ada wasit yang bertugas memandu jalannya Ojung.

Di panggung ada dua petarung yang tidak mengenakan atasan alias baju, mereka menggunakan celana yang dililit sarung di bagian pinggang. Setiap peserta membawa rotan yang yang lentur, rotan itu diberikan oleh pendamping yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Bentuknya lentur dan kecil sehingga terlihat cukup menyakitkan ketika disabetkan ke tubuh. Petarung tidak dibatasi usia, dari anak-anak, pemuda, dewasa, hingga kakek boleh ikut asal kondisinya sehat.

Ojung dimulai dengan peserta yang saling berhadapan | Foto: TribunNews
Ojung dimulai dengan peserta yang saling berhadapan | Foto: TribunNews

Dengan diiringi musik, petarung saling menyabetkan rotan ke lawannya. Sabetan rotan dilakukan dengan keras dan tidak boleh diarahkan kepada bagian kepala dan kemaluan, yang diperbolehkan adalah bagian perut, kaki, tangan dan punggung. Namun, kebanyakan mereka melakukannya di perut dan punggung.

Tidak ada kemarahan dari aksi keras itu, usai pertarungan peserta salung berangkulan, makna pelukan usai pertandingan sebagai tanda persahabatan atau pertemanan.

Keadaan peserta setelah bertarung terlihat mengerikan karena dari sabetan itu terdapat darah yang mengalir dari luka yang ditimbulkan di bagian yang terkena sabetan. Tetapi menurut pendapat sesepuh setempat, dari darah mengalir itu hujan diharapkan bisa turun sehingga para petani kembali ke sawah untuk bekerja.

Selain di Malang Selatan, wilayah Malang lain yang sering menggelar Ojung adalah Suku Tengger. Di wilayah yang dekat dengan Gunung Bromo itu kegiatan tersebut dilakukan tiap ada perayaan Hari Raya Karo. Sedang di Madura dan daerah-daerah lain yang ada warga Maduranya digelar untuk meminta hujan.

Sesepuh setempat sama sekali tidak mengaitkan keadaan ini sebagai sebuah kemustahilan, karena yang mereka lakukan adalah sebuah upaya dari tradisi yang sudah turun menurun. Selain Ojung juga ada do’a dan Solat Istisqa’ bagi yang muslim.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.