BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Banyak figur orang Malang yang telah memberikan segala kemampuannya tak hanya untuk meraih manfaat bagi dirinya saja tapi bagi orang lain bahkan masyarakat luas. Seperti sosok perempuan asal Kota Batu, Salma Safitri Rahayyan, 44 tahun. Pada umumnya aktivis melakukan advokasi, namun Salma memilih untuk mendirikan sekolah informal khusus perempuan.

Sekolah Perempuan Desa atau sering disebut SPD didirikan Salma untuk perempuan desa dapat menganalisa permasalahan secara krisis dan tidak berdiam diri di satu tempat saja. Dengan adanya sekolah informal khusus perempuan ini, Salma berharap bahwa perempuan desa tak menjadi perempuan yang tidak banyak pengetahuan, tapi menjadi orang yang pemilih dan kritis terutama dalam hal seperti Pilkada Kota Batu yang akan berlangsung 2017 nanti. Sehingga uang bukan lagi hal yang dapat mengubah pemikiran mereka.

Pada awalnya SPD dianggap memiliki program yang tidak konkret, sehingga banyak suami yang mempertanyakan dan bahkan melarang istrinya ikut SPD karena dianggap merupakan sekolah yang akan megajarkan untuk tidak mematuhi suami. Tetap percaya dengan tujuan awalnya, akhirnya SPD memberi tiga materi utama yang mengikuti SPD. Tiga materi tersebut adalah materi praktis, strategis dan keterampilan.

Praktis dengan mengundang lembaga seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Batu dan Dinas Kesehatan (dinkes) agar orang tua dapat mengerti apa itu narkotika sehingga anak-anaknya tak menggunakan obat-obat terlarang tersebut.

Lalu dalam strategis yaitu analisa kritis, perempuan tidak hanya memasak, namun memiliki kegiatan di luar, tidak hanya berdiam diri di rumah. Serta keterampilan yang membuat mereka dapat memiliki kemampuan dalam membuat gantungan kunci dan bros.

Demi mewujudkan tujuan bersama, sistem pendapatan dananya, SPD sering kali dibiayai secara personal atau dari kantong pribadi Salma sendiri selain itu juga dari gotong royong anggota SPD. Misalnya dalam pelatihan memasak, ibu-ibu sendiri lah yang membawa bahan-bahannya, tidak disediakan di SPD.

Sampai saat ini Sekolah Perempuan Desa telah berusia 3 tahun dengan hari perayaan 22 Desember yang bertepatan dengan hari Ibu. Ya, mereka telah ada sejak tahun 2013, telah ada 352 perempuan dengan tahun ini yang mencapai 179 perempuan. Untuk lokasinya ada empat tempat belajar, yaitu di Desa Sidomulyo, Desa Gunungsari, Desa Bulukerto dan Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji. Program pembelajarannya berlangsung satu semester dengan tiga kali pertemuan. Spesialnya lagi, bila sekolah di sini tak ada pungutan biaya apapun.

sumber foto: insani-management.blogspot.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.