BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Telah ada 250 UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Kota Malang yang dapat sertifikasi gratis, bila mengurus sendiri biaya yang dibutuhkan seharusnya adalah Rp750.000 dan diurus di Jakarta. Kabar UMKM yang berkembang dan dipermudah sertifikasinya tentu kabar baik bagi semua, khususnya warga Kota Malang. Rupanya kabar baik yang akan mempermudah Kota Malang dalam persaingan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) ini berkat adanya Pos Daya.

Pos Daya atau Pos Pemberdayaan Keluarga merupakan solusi yang diberikan pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Malang dengan memanfaatkan Malang yang telah dikenal sebagai Kota Pendidikan. Ya, di Kota Malang ada sekitar 50 perguruan tinggi negeri maupun swasta dan setiap tahunnya terdapat 10.000 mahasiswa baru, ini lah yang menjadi peluang bagi pemerintah.

Sejak tahun 2014, Pemkot Malang membuat naskah kesepahaman (MOU) dengan 32 perguruan tinggi di Kota Malang, Bank UMKM dan Bank Jatim untuk membuat sebuah kerjasama dalam membina UMKM yang ada di Malang yang diwujudkan dengan adanya Pos Daya.

Teknis membina UMKM dari program Pos Daya ini dengan kelompok-kelompok. Minimal lima orang dalam sebuah kelompok, setiap orangnya akan meminjam Rp 2 juta (total Rp 10 juta) dan masing-masing bertanggung jawab atas kreditnya. Tak hanya sekadar diberi modal, namun berkat kerjasama dengan perguruan tinggi, kelompok tersebut akan dibina dan didorong dosen serta mahasiswa agar usaha warga dalam tingkat kelurahan itu bisa berkembang dari mikro ke tahap selanjutnya. Tak hanya itu, berkat adanya Pos Daya ini memungkinkan banyaknya home industry baru dan kreatif lainnya. Satu langkah lebih jauh dalam kesiapan persaingan MEA.

Pos Daya Malang
Abah Anton penuh ceria melayani permintaan foto anggota Posdaya se Malang Raya via poltekom.ac.id

Sampai saat ini telah ada dosen dan mahasiswa PTN/ PTS yang terjun ke 57 kelurahan. Hasilnya pun nyata, pada tahun 2013 saja angka kemiskinan yang awalnya 4,8 persen dari sekitar 800.000 jiwa warga Kota Malang menjadi 4,45 persen pada dua tahun selanjutnya berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik).

Tak hanya membina UMKM, ada program Bedah Rumah yang datang juga dari Pos Daya. Dengan dana Rp 5 miliar yang dianggarkan pemerintah dengan menggandeng Universitas Merdeka Malang untuk soal teknis (sosialisasi dan proses bedah rumah). Telah ada 600 rumah yang tak layak huni yang dibedah, namun sayangnya program ini dihentikan pada tahun 2016 karena dikhawatirkan masuk dana hibah.

Dihentikan bukan berarti tak ada pengganti program lainnya, pasalnya Pemkot Malang bekerjasama kembali dengan kampus untuk menilai kekuatan dan kelayakan bangunan gedung atau jembatan. Akhirnya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawas Bangunan Kota Malang bekerjasama dengan jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijaya untuk membentuk tim ahli bangunan gedung.

Pos Daya tak hanya membuat warga Kota Malang sejahtera, namun mahasiswa menorehkan nilai lebih, tak sekadar menuntut ilmu di gedung kuliah, yakni menjadi bagian dalam perubahan kesejahteraan masyarakat. Program ini tentu harus didukung dan diapresisasi baik untuk pemerintah, perguruan tinggi dan instansi lain yang bekerjasama. Sebuah kerjasama yang memberikan dampak luar biasa baik bagi berbagai lapisan masyarakat.

sumber foto: kimtlogomas.kimkotamalang.or.id

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.