BERBAGI
mbah karimun topeng malangan
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Topeng Malangan menjadi aset budaya Malang, tak hanya warga Malang yang begitu mengenalnya, tapi dari kota ke kota bahkan negara ke negara mengenal Malang dengan Topeng Malangannya. Namun siapakah sosok yang setia melestarikan dan menjaga topeng ini meski zaman terus berubah? Sosok tersebut bernama Mbah Karimun.

Mbah Karimun merupakan sosok budayawan yang istimewa karena beliau adalah satu dari 27 seniman tradisional se-Indonesia yang mendapatkan gelar kehormatan dalam seni tradisional. Ya, beliau lah yang pada tahun 2007 ditetapkan Maestro di bidang seni tradisional oleh Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film Departmen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Menjaga kesenian Topeng Malangan ini terhitung tak cukup mudah seiring berkembangnya zaman, apalagi sampai membuatnya mendunia. Padahal, secara historis, Topeng Malangan memiliki nilai filosofi yang menarik. Topeng menjadi identitas, ketika manusia memakai topeng, maka wajah keasliannya tidak terlihat, begitulah makna Topeng Malangan dalam kehidupan.

Topeng Malangan via indonesiana.merahputih.com
Topeng Malangan via indonesiana.merahputih.com

Di Topeng Malangan ini Anda akan mengenal topeng berwajah Ramayana yang bila dikenakan Anda akan memerankan peran yang santun dan kesatria. Jika menggunakan wajah Rahwana, maka Anda akan memainkan peran yang bengis.

Dalam pembuatan Topeng Malangan, Mbah Karimun sangat memperhatikan guratan wajahnya, beliau adalah sosok yang begitu detail. Sosok seperti ini lah yang susah ditemui lagi, bila saat ini orang cenderung cukup dengan mengenal dan menikmati budayanya, namun Mbak Karimun lebih dari itu.

Mbah Karimun merupakan sosok seniman yang murni dan memiliki ketulusan hati dan ketekunan karya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi, nguri-nguri pawiyatan budaya adat yang mengakar pada beberapa tahun silam di Malang. Nilai-nilai kebudayaan yang bila dipahami akan membuat umat manusia menjadi lebih humanis.

Namun sayangnya, Malang harus kehilangan sosok Mbah Karimun pada 14 Februari 2010 di Pakisaji, Kabupaten Malang pada usianya yang ke-90 tahun. Meski tak ada lagi Mbah Karimun dengan ketulusan hatinya terhadap melestarikan Topeng Malangan, warga Malang tak boleh menyerah dan wajib menjaga kelestarian Topeng Malangan dan semoga akan ada sosok yang seperti Mbah Karimun, seniman luar biasa dengan ketulusan dan kesetiaan terhadap budayanya. Baik anggota Komunitas Seni Topeng Malangan maupun tidak, mari menjaga kebudayaan bangsa ini bersama-sama!

sumber foto: m.tempo.co

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.