BERBAGI
Serunya Belajar Bisnis Budidaya Cacing Bersama Adam Azis - Media Center Kendedes
Serunya Belajar Bisnis Budidaya Cacing Bersama Adam Azis - Media Center Kendedes
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Cacing yang mungkin dinilai sebagian orang sebagai hewan yang menjijikkan, justru bernilai ekonomi tinggi jika berhasil dibudidayakan dengan baik. Proses budidayanya pun cukup mudah dan bisa dipelajari. Lebih serunya lagi jika belajarnya langsung pada sang pebisnis sukses di bidang budidaya cacing bernama Adam Azis.

Sempat jatuh bangun dalam dunia bisnis, tidak menyurutkan niat Azis dalam membangun kerajaan bisnisnya melalui usaha budidaya cacing. Setelah satu setengah tahun menggeluti bidang ini, anggota Kelompok Tani Sri Mulyo Kecamatan Sukun tersebut mulai merasakan buah dari kerja keras dan ketekunannya.

Kerajaan bisnisnya yang dibangun dari sebanyak enam kotak cacing, dalam seminggu menghasilkan tak kurang dari 50-60 kg cacing. Azis mengatakan selama ini permintaan pasar terhadap cacing sangat tinggi. Permintaan itu berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha kolam pancing, Dinas Perikanan hingga perusahaan obat. Selama ini, menurut Azis, untuk pasar cacing sangay bagus, bahkan belum sampai dijual ke luar, pembeli sudah berbondong-bondong sendiri datang ke tempatnya.

Sayangnya, dari permintaan dua kuintal, selama sepekan hanya mampu dipenuhinya sebanyak seperempatnya saja, padahal harga jual cacing-cacing itu cukup menjanjikan. Satu kilogram cacing bisa menghasilkan pundi-pundi celengannya sebanyak 50.000 rupiah.

Mengenai pakan cacing, Azis mengaku selam ini tidak pernah merasa kesulitan, karena memang mudah didapatkannya. Mulai dari nasi bekas, pupuk kandang, kotoran kelinci, hingga sampah dapur organik, semua menjadi selera cacing-cacing peliharaannya. Tak mengherankan jika Azis berharap makin banyak pengusaha cacing di Kota Malang, karena pasti bakal membantu memecahkan permasalahan mengenai sampah yang dewasa ini mulai menjadi isu hangat di kalangan warga kota apel ini.

Terkait pemeliharaan cacing-cacingnya, Azis juga mengaku tidak merasa rumit. Hanya dibutuhkan ketelatenan dalam memberi makan cacing-cacing itu secara cukup dan senantiasa menjaga kelembapan tempat pemeliharaan sesuai suhu kamar. Menurutnya, cacing akan cepat besar dan berkembang biak dengan sendirinya jika persyaratan tersebut dipenuhi. Selain itu, harus rajin dilakukan penyiraman setiap sore hari, atau pagi-sore tergantung cuaca. Untuk proses penyiraman ini bisa digunakan air sumur, air PDAM atau pun air sungai, asalkan airnya tidak tercemar.

Bisnis cacing milik Azis ini mendapat pengakuan dari petugas kesehatan dari Puskesmas Janti, Siti Muhimatul. Diakuinya, Azis sangat kreatif dalam membangun bisnisnya. Selain ternak cacing, Azis juga membangun usaha budidaya ketela cilembu, ternak lele, budidaya tomat, budidaya terong. Penghasilan dari pupuk bekas cacing yang juga diproduksinya melengkapi kerajaan bisnis Azis.

“Produk yang dikeluarkan dari usaha Azis juga organik, sehingga kami senang membeli produk-produk yang dihasilkan karena bebas dari pencemaran bahan kimia,” terang Siti.

Dengan prospek pasar yang bagus dan menjanjikan, hingga saat ini Azis terus berusaha meningkatkan kapasitas produksinya. Harapannya, suatu saat dirinya bisa memenuhi permintaan cacing sebanyak dua kwintal per minggu.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.