BERBAGI
Arca Ganesha Karangkates | Foto: http://anasangpetualang.blogspot.co.id/
Arca Ganesha Karangkates | Foto: http://anasangpetualang.blogspot.co.id/
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di wilayah kabupaten Malang tepatnya di Desa Karangkates Sumberpucung terdapat sebuah peninggalan sejarah yang cukup langka, benda itu adalah arca Ganesha.

Arca Ganesha di Sumberpucung sangat unik, selain bentuknya yang sempurna, arca itu dalam posisi berdiri. Sebuah keunikan tersendiri karena biasanya arca yang ada di Indonesia posisinya adalah duduk bersila. Ada dua arca berdiri yang pernah ditemukan di Indonesia, arca lain ditemukan di Gunung Semeru oleh Belanda kemudian dibawa ke Leiden. Kondisi arca di Leiden lebih baik dibandingkan dengan yang di Karangkates.

Tinggi arca besar itu hampir tiga meter. Postur tubuhnya lebih tambun dari arca Ganesha pada umumnya. posisinya berdiri menginjak tengkorak, sedangkan kedua tangannya memegang mangkuk dan kapak. Ujung belalainya masuk ke dalam mangkuk tersebut. Hiasan kepala, motif kain yang dikenakan, dan perhiasan tubuhnya penuh dengan tengkorak manusia. Kerusakan arca ini dibandingkan ‘saudaranya’ yang di Leiden adalah dibagian mata kiri dan tanduk.

Di Indonesia banyak sekali terdapat arca Ganesha terutama di Jawa dan di Bali, mungkin karena pemujaan kepada Siwa kuat sekali. Ganesha seringkali dipahat tersendiri, dianggap sebagai dewa penolak bahaya. Stutterheim mengemukakan bahwa arca Ganesha sering ditemukan di dekat tempat berbahaya seperti pada penyeberangan sungai atau dekat jurang seperti arca Ganesha di Karangkates, sehingga perlu didirikan arca Ganesha yang dipercaya mampu menghadang marabahaya atau peredam murka.

Selain di sungai arca Ganesha juga terdapat di perempatan jalan dan di lereng gunung. Seperti di wilayah Torongrejo, Kota Batu, yang posisinya berada di pinggir sungai dan dekat pegunungan. Selain itu, di Candi Penataran Blitar, arca berada di dalam candi karena bertujuan untuk menghadang kemarahan Gunung Kelud.

Dilihat dari gaya seni arcanya, para ahli arkeologi menyimpulkan bahwa pada masa Singhasari merupakan puncak kejayaan seni Indonesia kuno. Belum ada temuan arca yang dibuat lebih bagus dari zaman Singasari. Sayang, tidak banyak peninggalan Singasari yang bisa ditemukan saat ini.

Arca ini sendiri awalnya di temukan ketika ada pembangunan Bendungan Karangkates, kemudian lokasinya dipindahkan di atas bukit kecil yang tidak jauh dengan permukiman penduduk. Tepatnya terletak di belakang Kompleks Wisama Perum Jasa Tirta, Karangkates.

Dahulu arca Ganesha itu berada di dekat pertemuan Sungai Sengguruh dan Sungai Brantas yang berada di bawah dari lokasi yang sekarang. Arca itu dipindah lebih ke atas di dekat permukiman penduduk. Selain berdekatan dengan perkampungan, juga dekat makam China kuno yang sudah tidak pernah dikunjungi oleh keluarganya.

Dengan posisi berdiri setinggi tiga meter, Arca Ganesha Karangkates | Foto: yusufnorman.blogspot.co.id/
Dengan posisi berdiri setinggi tiga meter, Arca Ganesha Karangkates | Foto: yusufnorman.blogspot.co.id/

Makam tersebut menurut juru kunci adalah pindahan dari lokasi yang saat ini jadi Pasar Sumberpucung. Namun kapan perpindahan itu, juru kunci Arca Ganesha juga tidak mengetahui secara pasti namun diduga agar lebih aman. Namun alasan pastinya belum ditemukan data-data sejarahnya secara pasti. Kemungkinan perpindahan itu terjadi pada masa kolonial.

Untuk menuju arca Ganesha ini dari arah Kota Malang, hendaknya jangan melalui jalan yang melintas di atas Bendungan Karangkates, tetapi lurus saja mengikuti jalan raya, setelah itu terdapat sebuah masjid di sisi kanan jalan. Di samping masjid terdapat sebuah gang, kemudian berbelok kanan dan lurus saja mengikuti jalan.

Terdapat dua pintu masuk menuju sang Ganesha. Yang satu, berada tepat di depan Ganesha. Satunya lagi, berada sejajar dengan lengan kanannya. Di bagian kanan dan kiri Ganesha dibangun sejenis pendopo kecil untuk tempat berteduh.

Setiap hari selalu ada yang mengunjungi situs arca Ganesha ini, namun jumlahnya tak sampai puluhan. Paling ramai ketika malam Jumat Legi. Terkadang pengunjung yang datang untuk mengadakan selamatan dengan memberikan semacam sesajen. Konon, menurut sang juru kunci, dari cerita turun temurun Arca Ganesha ini pernah dibawa ke Singosari dengan diangkut kereta yang ditarik 44 sapi. Saat dipindahkan pada siang hari, tetapi anehnya pada malam harinya sudah kembali ke tempat semula di Karangkates ini. (Dirangkum dari berbagai sumber)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.