BERBAGI
Batik Celup Kelurahan Balearjosari yang go internasional - Media Center Kendedes
Batik Celup Kelurahan Balearjosari yang go internasional - Media Center Kendedes
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Batik Celup Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang sudah  mempunyai nama di paras lokal. Bahkan, produk hasil karya ibu-ibu rumah tangga di kelurahan setempat itu siap go internasional.

Selain batik tulis dan batik cetak yang sama-sama diminati masyarakat, ternyata batik celup juga tak sedikit perminatnya. Batik celup ini tidak kalah menarik dengan batik-batik lainnya, karena sangat cocok untuk dijadikan busana wanita maupun pria. Sama halnya dengan jenis batik lainnya, untuk motif dan warna bisa disesuaikan dengan selera pemesannya. Banyak sekali motif yang bisa dipilih oleh para pecinta batik celup ini, misalnya motif kelereng, jelujur, mata sapi, spiral, dan lain-lain.

Ketertarikan ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Balearjosari ini berawal dari pelatihan yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang. Para ibu rumah tangga sebanyak 72 orang itu pun sepakat untuk mendirikan usaha batik celup sejak Mei 2011 silam.

Usaha batik celup yang diketuai Helena Kristina Yoel ini merupakan salah satu produk unggulan  yang bernilai ekonomis dari Kelurahan Balearjosari. Meski usaha ini masih tergolong baru, namun dirinya bersyukur batik celup mendapat respon positif dari warga masyarakat. Menurut Helena, nantinya upaya untuk mempromosikan produk batik celup ini hingga ke luar Malang harus gencar dilakukan. Bahkan ia menyebut produk ini menyimpan potensi untuk go internasional. Helena menggandeng Pokja 3 TP PKK Kota Malang sebagai partner kerja demi memperlancar upaya promosi tersebut.

Salah satu keunggulan batik celup ini ketimbang jenis batik lainnya adalah mudahnya cara membuat. Menurut Helena, pembuatannya relatif cepat. Untuk 20 lembar batik dengan ukuran dua hingga 3,5 meter hanya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari saja. Karena batik ini menggunakan bahan kain katun, maka daya serapnya terhadap tinta jauh lebih kuat. Tak heran jika selama ini kain katun banyak digunakan oleh para pengusaha batik, lantaran mutunya yang terbilang lebih bagus dibandingkan kain lainnya.

Proses pembuatan batik celup ini juga relatif mudah. Helena mencontohkan, langkah awal yang harus diambil adalah memilih kain katun berwarna putih, lalu dicelupkan ke dalam larutan soda as selama lima hingga 10 menit. Setelah itu, kain diangkat, diperas, lalu dilanjutkan dengan pencampuran pewarna sesuai dengan selera. Untuk membuat pewarna kain ini cukup dibutuhkan bahan yang terdiri dari air mineral secukupnya, yang dicampur dengan larutan garam, soda as dan urea. Selanjutnya, setelah kain diangkat dan diperas, batik didiamkan selama 24 jam di tempat yang teduh. Ketika sudah kering, batik celup karya ibu-ibu rumah tangga Kelurahan Balearjosari siap untuk dipasarkan.

Harga Batik celup ini bervariasi, berkisar antara 75 ribu rupiah hingga 150 ribu rupiah. Menurut Helena, keberadaan usaha batik celup ini secara otomatis turut membantu perekonomian para ibu rumah tangga yang ada di Kelurahan Balearjosari. Kini, mereka tak hanya mengandalkan uang belanja dari suami, namun juga bisa membantu finansial keluarga masing-masing.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.