BERBAGI
Petilasan Gunung Mujur | Foto: Cukup Miko Saja
Petilasan Gunung Mujur | Foto: Cukup Miko Saja
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di daerah lereng gunung Arjuno atau di bukit Gunung Mujur, ada sebuah makam. Makam atau Petilasan Gunung Mujur tersebut sangat unik.

Gunung Mujur terletak di lereng Gunung Arjuno. Di lokasi itu sangat cocok digunakan untuk wisata trail sepeda motor, hingga downhill, sehingga seringkali di kawasan tersebut ramai berbagai komunitas dari keduanya. Untuk menuju ke petilasan, trail kendaraan bermotor sangat dianjurkan karena memang menyingkat waktu perjalanan. Makam itu sendiri terletak di Desa Tamanharjo.

Posisi yang unik dari petilasan Gunung Mujur | Foto: Cukup Miko Saja
Posisi yang unik dari petilasan Gunung Mujur | Foto: Cukup Miko Saja

Keunikan dari petilasan Gunung Mujur adalah posisinya berlainan meski tempatnya tidak terlalu jauh. Pertama posisinya membujur dari timur ke barat, konon makam ini dipercaya sebagai petilasan Raja Singosari Kartanegera, yang memimpin Singosari pada 1268 – 1292 M. Sementara makam kedua yang posisinya membujur dari utara ke selatan dipercaya sebagai makam abdi dari Kartanegera.

Petilasan Gunung Mujur sangat dekat dengan Candi Telih yang memang kurang dikenal masyarakat. Keberadaan dua makam tua tersebut bisa jadi juga bukan merupakan makam raja dan abdinya.

Karena jika ditinjau dari sejarah kerajaan Singosari, dua raja yaitu Anusapati dan Jaya Wisnu Wardhana tidak ditemukan makamnya karena dianggap melakukan mukso sehingga secara simbolik dibuatkan candi sebagai pendermaan yang ada di Candi Jago ataupun Candi Kidal. Begitupula dengan Raja Kartanegara yang dalam ceritanya meninggal karena serangan dari Jayakatwang.

Anda harus naik tangga untuk ke Petilasan Gunung Mujur | Foto: Cukup Miko Saja
Anda harus naik tangga untuk ke Petilasan Gunung Mujur | Foto: Cukup Miko Saja

Tidak heran, kepercayaan masyarakat di sekitar Gunung Mujur juga terbelah karena masyarakat di sekitar pemakaman itu mempercayai jika yang ada di sana adalah makam dari Setakumitir, yaitu salah satu dari patih Kerajaan Blambangan, meskipun sulit dicari juga hubungan antara Blambangan dan Malang yang dipisahkan di jarak 250 km. Di sisi lain, ada yang percaya jika petilasan itu adalah makam dari Ki Ageng Kertojoyo.

Meskipun dua makam unik itu dipenuhi kesimpangsiuran, yang jelas petilasan tersebut selalu ramai di hari tertentu misalnya Jum’at legi, tujuannya pun bermacam-macam. Dari yang mencari jodoh untuk anaknya, ataupun mencari berkah untuk keluarganya.

Sementara untuk menuju ke sana, anda harus menaiki tangga yang kurang lebih jaraknya 100 meter dari lokasi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.