BERBAGI
Lapangan udara Abdul Rahman Saleh (Foto: Faris Montis)
Lapangan udara Abdul Rahman Saleh (Foto: Faris Montis)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Siapa sangka, Malang pernah mempunyai dua lapangan udara (lanud) di era penjajahan. Adanya dua lapangan itu menandakan jika Malang adalah tempat yang strategis untuk dikuasai.

Lanud atau bisa disebut bandar udara adalah komponen yang begitu vital di era kolonial Belanda. Di saat Belanda berkuasa di Malang, lanud Abdurrahman Saleh sudah menjadi bandara utama yang menghubungkan Malang dengan daerah lain di Indonesia.

Tidak heran, ada sebuah jalur kereta api MSM yang menghubungkan antara Stasiun Blimbing dengan bandara tersebut. Rel dari Blimbing yang menuju ke Stasiun Tumpang bercabang di pertigaan Pakis menuju ke utara di bandara. Adanya jalur tersebut sepertinya difungsikan mengangkut logistik demi memenuhi kebutuhan yang ada di Malang.

Lapangan udara Abdurrahman Saleh terus berkembang menjadi bandara yang vital, topologi wilayahnya yang dikelilingi pegunungan sangat ideal dan bagus digunakan sebagai tempat mendaratnya pesawat.

Cerita dua lanud di Malang berawal dari tentara Jepang yang berkuasa di Indonesia, negara asia timur itu menginginkan sebuah lanud cadangan yang fungsinya menampung pesawat lain. Artinya, apabila lanud Abdurrahman Saleh diserang oleh lawan, Jepang masih bisa membalas serangan itu dengan menerbangkan pesawat dari lanud kedua.

Setelah melakukan survey, tempat yang dipilih adalah kawasan di Sawojajar. Sebuah kawasan yang sangat dekat dengan daerah militer yang di era Belanda disebut Ksatrian. Nama lanud tersebut adalah Sundeng yang posisinya saat ini sudah berganti dengan perumahan Sawojajar yang rapat dan kini bekasnya pun sama sekali tidak ada.

Di lanud Sundeng, banyak sekali pesawat Jepang yang diparkir, salah satu yang terkenal adalah pesawat Cukiu yang berukuran kecil dengan bersayap satu buah dan bermesin tunggal. Pesawat yang dibuat di Pabrik Tachikawa, Jepang tahun 1938 diandalkan Jepang sebagai pesawat pemburu. Daya jelajah pesawat ini hingga 950 km dengan batas ketinggian 5000 m.

Pesawat Cukiu di Lapangan Udara Malang
Pesawat Cukiu di Lapangan Udara Malang

Adanya dua bandara di Malang membuktikan jika daerah ini sangat strategis untuk dikuasai. Karena menguasai Malang berarti juga menguasai daerah sekitar yang di saat itu Belanda sudah membangun beberapa instalasi pabrik-pabrik besar di wilayah Malang dan sekitarnya.

Sehingga ketika Malang sudah dikuasai, ada keengganan bagi Jepang untuk menyerahkan dengan mudah kepada pihak lain.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.