BERBAGI
Jembatan Tasikmadu - Panoramio
Jembatan Tasikmadu - Panoramio
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Sejak April 2016, Jembatan Tasikmadu sudah bisa digunakan warga dan siapa pun yang melintas. Jembatan yang terletak di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru itu diresmikan oleh Wakil Walikota Malang, Sutiaji.

Puluhan tahun lamanya, warga RW 03 dan RW 05 Kelurahan Tasikmadu harus memutar hampir satu kilometer untuk saling bertemu. Sebab, kedua wilayah pinggiran Kota Malang tersebut dipisahkan oleh Sungai Kalimewek. Mirisnya, tidak ada jembatan yang menghubungkan kedua tempat ini.

Sekali waktu, warga berinisiatif bergotong-royong membuat jembatan sederhana  yang terbuat dari kayu dan bambu. Sayangnya, ketika banjir besar menyerang Sungai Kalimewek, jembatan itu pun hanyut terbawa arus sungai yang tak mampu ditahan oleh pondasi jembatan yang terlalu sederhana. Tak pelak jika warga yang ingin melintasi sungai tersebut harus berbasah-basah menyeberang. Jika musim penghujan tiba, arus sungai yang meninggi dan banjir pun memutus akses jalan satu-satunya tersebut.

Namun, kini warga setempat sudah tak perlu bingung lagi. Mereka telah memiliki solusi atas masalah akses jalan tersebut dengan didirikannya jembatan kokoh yang secara permanen melintang di atas Sungai Kalimewek. Proyek swadaya tersebut didukung oleh kerja sama antara Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) dan Jawa Pos Radar Malang.

Jembatan ini dibangun sejak Desember 2015 lalu, dan hanya membutuhkan waktu kurang dari setahun, pembangunannya pun selesai. Warga Tasikmadu, terkhusus warga RW 03 dan RW 05, tentu sangat gembira menyambut hadirnya jembatan baru yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.

Sesuai data awal pembangunannya, jembatan ini memiliki panjang 12 meter dengan lebar dua meter. Konstruksi jembatan yang terbuat dari baja dan beton membuatnya dinilai lebih aman dari ancaman arus sungai yang sewaktu-waktu bisa membesar ketika terjadi banjir. Apalagi, pengerjaan jembatan ini disupervisi oleh pihak FT-UB yang dipandang sebagai pihak yang mengerti masalah teknik bangunan. Konon, pembangunan jembatan ini menghabiskan dana sekitar 250 juta rupiah yang sebagian besarnya bersumber dari APBD Kota Malang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.