BERBAGI
Tempat sampah kepala singa
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ada pemandang unik yang tersaji di berbagai sudit kota Malang, selain banyaknya kursi untuk duduk. Kini, tempat sampah yang ada sudah berganti dengan hiasan kepala Singa.

Cukup unik memang karya dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang ini. Kepala Singa yang sudah identik dengan Malang karena dipopulerkan oleh Arema Malang kini menjadi sebuah simbol dan simbol itu divisualisasikan di tong sampah yang keberadaannya tersebar di berbagai sudut Kota Malang.

Kepala DKP Kota Malang, Erik Setyo Santoso menyatakan jika saat ini ada 40 unit tempat sampah yang lokasinya ada di titik strategis di Malang. Fasilitas yang baru ini menggantikan sebelumnya yang kebanyakan sudah rusak.

“Ada sekitar 40-an tempat yang kami pasang, ada yang kami pasang baru karena sebelumnya belum ada tempat sampah, dan ada yang kami pasang dengan cara menggantikan tempat sampah yang sudah rusak. Untuk yang ini kita menganggarkan dana sebesar Rp100 juta dari DPRD Kota Malang,” tegas Erik.

Tempat sampah tersebut dicat dengan tiga warna yang berbeda, dengan peruntukan yang berbeda sesuai dengan jenis sampahnya. Yaitu warna hijau untuk sampah organik seperti sampah daun, sisa makanan, atau sampah dapur lainnya. Warna biru untuk sampah anorganik. Dan warna merah untuk sampah bahan baku beracun (B3) seperti obat serangga, peralatan listrik, baterai dan lainnya..

“Kepala singa dipilih karena nuansanya adalah Arema. Khasnya Arema adalah simbol kepala Singa, sehingga dengan adanya simbol kebanggaan warga malang, diharapkan kepedulian masyarakat untuk membuang sampah semakin tinggi,”

Erik menjelaskan lagi jika alat ini hanya boleh digunakan untuk para pejalan kaki saja, bukan digunakan untuk membuang limbah rumah tangga dengan menggunakan tas kresek besar. Pihaknya beberapa kali melihat warga Malang membuang sampah rumah tangga dengan kresek. Namun, sejauh ini memang masih belum ada tindakan.

Tempat sampah lima warna di Alun-alun
Tong sampah lima warna di Alun-alun

Sebelumnya, pada bulan Maret lalu, DKP Malang juga membuat tempat sampah unik dengan lima warna berbeda. Lokasi dari tempat sampah ini ada di tempat fasilitas publik seperti TPA Supit Urang, Alun-alun Merdeka Kota Malang, Alun-alun Tugu, Balaikota, Jalan Ijen dan Jalan Veteran.

Lima warna berbeda tersebut yaitu warna merah digunakan sebagai tempat sampah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun.

Kemudian  sampah dengan label warna biru diperuntukkan untuk sampah yang dapat didaur ulang. Lalu, ada  label warna hijau untuk sampah yang mudah terurai. Selanjutnya  warna kuning adalah untuk sampah yang dapat digunakan kembali seperti kertas kardus, botol minuman dan kaleng. Yang terakhir tempat sampah berlabel warna abu-abu adalah untuk sampah lainnya seperti sampah residu.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.