BERBAGI
Folk Music Festival 2016
White Shoes & The Couples Company di atas panggung Folk Music Festival 2016. (Foto: Sophia Mega/ ngalam.co)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Seramai dan seseru apa sih Folk Music Festival 2016 yang diselenggarakan di Lembah Dieng pada Sabtu, 14 Mei kemarin? Setelah Anda menukarkan kwitansi tiket dengan menunjukkan KTP, Anda akan mendapatkan tiket masuk dan menemukan tulisan FMF di ujung jalan yang menjadi awal Anda berjalan cukup jauh sebelum ke lokasi. Di sini lah keseruannya dimulai, yuk ikuti dengan foto-foto di bawah ini:

Apeatit
Waffle yang lembut ini bisa menemani Anda saat menikmati musik folk. (Foto: Sophia Mega/ ngalam.co)

Setelah sampai di lokasi, Anda akan melewati workshop kolase yang berlangsung di sebuah tenda lalu menemukan sederet booth kuliner yang bisa dinikmati, salah satunya waffle dari Apeatit yang memiliki berbagai rasa mulai dari double cheese, oreo lovers, salted caramel, choco lovers, rhum raisin, green tea, s’mores dan classic yang dibandrol dengan harga Rp15.000 saja. Jadi Anda tak perlu khawatir kelaparan meskipun Folk Music Festival 2016 diselenggarakan sejak pukul 10.00 pagi hingga 23.30 malam.

Di sisi kanan panggung terdapat merchandise dari Folk Music Festival 2016 dan beberapa album baik VCD maupun kaset pita dari bintang tamu yang diundang. Grup musik yang paling pertama tampil adalah grup musik dari Malang, yaitu Wake Up Iris!. Dilanjutkan dengan Teman Sebangku, Littlelute, AriReda, Silampukau, White Shoes & The Couples Company, Aurette And The Polska Seeking Carnival, Christabel Anora, Liyana Fizi, Tigapagi, Danilla, Mocca dan ditutup dengan penampilan dari Float.

Littlelute di Malang
Aksi imut dari Littlelute dai Folk Music Festival 2016. (Foto: Sophia Mega/ ngalam.co)

Littlelute dengan karakter musik yang membawa kita kepada masa kecil dengan penampilan lucu dari Dhea, vokalis Littlelute ini menghibur penikmat musik yang pada waktu itu tak terlalu penuh seperti saat malam harinya. Bahkan Dhea sempat mengingatkan untuk terus menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya sekaligus mencontohkan dengan merapikan sampah yang ada di depan panggung.

AriReda di Malang
AriReda, grup musik yang senior dan sangat terkenal di Jakarta. (Foto: Sophia Mega/ ngalam.co)

AriReda, grup musik senior dengan dua personil yakni Ari yang berkaos hitam dan Reda yang berkemeja biru ikut meramaikan Folk Music Festival 2016. AriReda ada sejak diajak Sapardi Djoko Damono untuk mengajak orang awam menikmati puisi melalui lagu pada saat itu. Puisi yang pertama dibawakan AriReda adalah puisi yang berjudul Gadis Meminta-minta oleh Toto Sudarto Bachtiar.

Silampukau di Malang
Silampukau, terkenal dengan lagunya yang mengkritik Dolly di Surabaya. (Foto: Sophia Mega/ ngalam.co)

Begitu Silampukau ada di panggung, hampir seluruh penonton berebut untuk duduk di depan dan banyak penonton yang semakin meramaikan Lembah Dieng.

Miss Sari White Shoes and The Couples Company di Malang
Miss Sari, vokalis White Shoes & The Couples Company yang berada di tengah penonton. (Foto: Sophia Mega/ ngalam.co)

White Shoes & The Couples Company sukses membuat Folk Music Festival 2016 bernyanyi bersama dan pandangan terus menuju depan panggung. Bahkan Miss Sari tak hanya di atas panggung saja, ia pun turun dari atas panggung dan bernyanyi bersama dengan penonton.

Liyana Fizi di Malang
Liyana Fizi, pemusik berasal dari Malaysia ini juga meramaikan Folk Music Festival 2016. (Foto: Sophia Mega/ ngalam.co)

Liyana Fizi dengan bahasa melayu dan bahasa Inggrisnya membuat penikmat musik folk sedikit tertawa kecil karena logatnya, terutama saat Liyana Fizi mengucapkan ‘judul’ dengan ‘tajuk’. Selain itu ia pun kerap bercanda dan membuat penonton tak hentinya tertawa, tapi ketika gitarnya berdenting tak lagi ada tawa, penonton menikmati setiap dentingannya dan suaranya merdu.

Tigapagi di Malang
Tigapagi di panggung Folk Music Festival 2016.

Meski hujan mulai turun tak membuat penonton meninggalkan posisi untuk melihat Tigapagi dan ketiga grup musik selanjutnya, yakni Danilla, Mocca dan Float. Penonton telah siap dengan jas hujannya masing-masing. Musik dari Float menjadi penutup Folk Music Festival tahun ini, semoga ke depannya akan ada festival musik folk yang tak kalah serunya dengan festival kali ini.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.