BERBAGI
Selotip Art dari Erwin Saputra
Selotip Art dari Erwin Saputra
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Apa saja yang telah Anda buat selama ini menggunakan selotip? Sebagian besar pasti menjawab untuk menempel atau melekatkan sesuatu. Berbeda dengan Erwin Saputra yang merupakan pemuda dari Malang ini memiliki kemampuan dan daya kreativitas berbeda dalam menggunakan selotip, ia membuat lukisan dari selotip!

Erwin yang menyukai karya visual terutama dalam hal lukisan semakin menambah kemampuannya, ia semakin kritis untuk hal-hal baru apa yang bisa ia buat. Berawal dari pemikirannya yang belum pernah melihat karya seni dari selotip di Indonesia, lalu Erwin mencoba mengeksekusi ide tersebut. Karya pertamanya, Erwin menggambar karakter Ridwan Kamil yang juga tokoh favoritnya. Erwin kemudian mengunggah karyanya itu ke akun Instagramnya, dan Ridwan kamil pun memberikan respon positif bahkan hingga merepost karyanya yang berukuran 85×60 cm tersebut.

Erwin memilih tokoh-tokoh besar di Indonesia tak hanya sekadar iseng, namun ia memilki alasan agar lebih mengenal tokoh-tokoh besar dan pahlawan yang ada di Indonesia. Pembuatan lukisan selotip atau ia sebut Selotip Art ini membutuhkan empat jam untuk menyelesaikannya, kerumitan dan ketelitian lah yang paling perlu diperhatikan.

Erwin Saputra saat di Mata Najwa.
Erwin Saputra saat di Mata Najwa.

Karya itu lah yang membuatnya kenal dengan orang-orang besar di Tanah Air, di antaranya ada  Demian sang Pesulap, Ahmad Bustomi pemain bola, hingga Mario Teguh, tampil di acara televisi seperti Hitam Putih, juga penyerahan karya dalam acara Kick Andy serta Mata Najwa. Karya selotip ini begitu diapresiasi banyak orang.

Semua itu Erwin awali ketika menyadari bahwa tidak mungkin terus-terusan meminta uang kepada Ibunya yang berdagang tahu, apalagi saat itu ia kuliah di Universitas Brawijaya. Ia pun mencoba berbagai usaha, dimulai dari berjualan es teh yang malah membuatnya rugi besar, bahkan modalnya habis.

Berkat modal pelajaran seni di SMA-nya, ia pun mulai membuka jasa gambar potrait. “Saat itu iseng-iseng gambar Harry Potter, lalu saya upload di akun Facebook dan banyak teman-teman yang bertanya dan ingin dibuatkan seperti yang saya buat. Saya ingat sekali hasil karya pertama dihargai Rp14.000. Meski nominal tak seberapa, saya sangat senang karena bisa mendapatkan uang dengan keringatnya sendiri.” ungkapnya ke halomalang.com

Dari sana lah iya terus menambah kemampuannya hingga saat ini, Erwin yang merupakan santri di Pesantren Miftahul Huda ini memiliki segudang prestasi.  Erwin pernah menyabet peringkat kedua Lomba Desain Batik Nasional, Juara 3 Musabaqoh Kaligrafi di Ponpes Miftahul Huda, Juara 3 Lukis Kapur Wisata Jember, Juara 3 UIN Skecthwalk dan menjadi Finalis Kartun Santri Nusantara di Gallery Nasional Indonesia.

Semoga akan ada sosok-sosok baru yang terus konsisten berkarya seperti Erwin ini, dengan kemampuannya dan kemauan untuk terus belajar membuatnya mampu diapresiasi berbagai orang, bahkan orang besar di Indonesia berkat karya out of the box-nya.

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.