BERBAGI
Salah satu scene di film 9 Summer 10 Autumn (C) BERITASATU
Salah satu scene di film 9 Summer 10 Autumn (C) BERITASATU
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

9 Summer 10 Autumn merupakan salah satu film yang menampilkan Malang sebagai latar belakang ceritanya. Film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama ini mengangkat kisah manis arek Batu, Iwan Setiawan yang tak lain adalah sang penulis cerita.

Film arahan sutradara Iva Isfansyah ini mengambil 75 persen lokasi syuting di Malang Raya. Mulai dari Kawasan Kidul Penjara Lowokwaru di Jalan Barito, Pasar Burung, Comboran, Stadion Gajayana, Bioskop Kelud, Kawasan SMA Negeri 6 Malang, Pasar Batu, Tulung Rejo, Kekep, hingga Jalan Suropati. Sementara itu, sisanya 25 persen syuting digeber di Bogor, Jakarta dan New York, Amerika Serikat.

Beberapa artis nasional turut membintangi film yang dirilis pada 25 April 2013 ini. Sebut saja Ihsan Tarore, jebolan Indonesian Idol yang didapuk sebagai pemeran utama yang memerankan tokoh Iwan Setiawan. Aktor gaek, Alex Komang dan Dewi Irawan dipilih untuk memerankan tokoh ayah dan ibu Ihsan. Tak ketinggalan sang Puteri Indonesia 2006, Agni Pratista yang turut tampil sebagai saudara Ihsan. Selain artis nasional, film ini juga ternyata juga melibatkan lebih dari 1000 tokoh figuran dari Malang Raya.

Film inspiratif ini mengisahkan perjuangan hidup Iwan Setiawan dalam menempuh pendidikan, merintis karir hingga akhirnya sukses menjadi Director Internal Client Management di Nielsen Consumer Research di New York. Ketika sukses di Negeri Paman Sam, Iwan justru memutuskan pulang kampung ke Kota Batu, tanah kelahirannya.

Iwan merupakan anak lelaki yang tumbuh besar di rumah berukuran 6×7 meter di sebuah kampung di kaki Gunung Panderman, bersama keluarganya yang sederhana. Meski hanya seorang sopir angkot, ayah Iwan sangat berharap agar Iwan tumbuh menjadi lelaki tangguh yang membantu mencari penghidupan untuk keluarganya. Namun, Iwan justru memiliki pandangan yang berbeda dari yang diharapkan ayahnya, karena ia lebih mengutamakan pendidikan daripada ikut bekerja. Pilihannya itu cukup masuk akal, karena ia tak ingin mengulangi “kesalahan” kedua orangtuanya. Ayah dan ibu Iwan memang memiliki keterbatasan dalam hal pendidikan, Bahkan ibunya pun tidak tamat Sekolah Dasar.

Di antara tuntutan orang tuanya untuk ikut mencari nafkah, di sekolahnya, Iwan merupakan seorang anak yang sangat cerdas dalam belajar, terutama pelajaran matematika. Mimpinya cukup sederhana, yakni membangun kamar sendiri yang tidak kecil seperti rumahnya yang sekarang. Hidup dalam rumah kecil bertujuh dalam keterbatasan membuat Iwan bahkan tak memiliki kamar sendiri seperti teman-teman sebayanya.

Akhirnya, Iwan mampu membuktikan pada kepada ayah ibunya bahwa pilihannya tak salah. Justru pendidikan lah yang membukakan jalan keluar dari penderitaan keluarganya. Setelah memperjuangkan nasib dengan gigih, Iwan pun sukses bekerja Director Internal Client Management di New York. Sepuluh tahun meninggalkan Kota Malang, Iwan berhasil mengangkat harkat dan martabat keluarganya berkat pendidikan tinggi yang diperjuangkannya menentang takdir sebagai anak orang miskin.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.