BERBAGI
Happy Family with Sekolah Dolan
Antusiasme Happy Family with Sekolah Dolan. Sumber foto: Bright Consultant.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Apa yang ada di benak Anda saat memikirkan satu hal tentang ‘homeschooling’? Tentu jawabannya akan bervariasi, pro dan kontra akan selalu ada. Pendidikan memang menjadi topik yang selalu penting untuk dibicarakan dan didiskusikan, demi generasi emas bangsa Indonesia.

Begitu pula dengan Bright Consultant, sebuah tim yang terbentuk karena tugas praktikum public relations Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, bekerja sama dengan Sekolah Dolan untuk menyelenggarakan sebuah event bertajuk “Happy Family with Sekolah Dolan”.

pro kontra homeschooling
Bright Consultant (kaos hijau). Sumber foto: Bright Consultant.

Minggu, 22 Mei kemarin, Mall Dinoyo City kota Malang ramai oleh antusiasme puluhan orang tua dan anaknya untuk menyambut pembukaan acara Happy Family with Sekolah Dolan. Sejak pukul 10.00 pagi ramaiakan acara telah dimulai, ada kegiatan edukasi seperti lomba menggambar dna mewarna, pameran karya, talkshow hingga diskusi personal tentang pendidikan ‘sekolah rumah’ atau lebih akrab dengan sebutan homeschooling, penampilan siswa dan siswi Sekolah Dolan hingga ditutup dengan acara pelepasan siswa Sekolah Dolan.

Selain kegiatan edukasi yang diikuti oleh lima puluh pasang orang tua dan anak-anak, rupanya talkshow dan diskusi personal yang memiliki tiga sesi ini begitu diramaikan oleh banyak peserta yang totalnya lebih dari seratus peserta dan didominasi oleh para orang tua dan pemerhati pendidikan anak.

Narasumbernya tentu saja orang yang berpengalaman seperti, Master Camp Sekolah Dolan Lukman Hakim, dr. Viera Wardani. M.Kes. (Dosen FK Universitas Brawijaya), dan para orang tua dari siswa Sekolah Dolan. Dihadapan para peserta, Lukman Hakim menjawab stigma negatif yang melekat pada homeschooling, mulai dari biaya yang mahal, anak-anak yang kurang bersosialisasi, hingga anggapan bahwa homeschooling khusus ditujukan kepada anak berkebutuhan khusus saja.

Memanfaatkan momen tersebut, Lukman pun menegaskan bahwa homeschooling itu tidak selalu membicarakan dana, semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak dan orang tua, beliau juga menambahkan bahwa yang membentuk rasa sosialisai anak adalah lingkungan dan orang tua, lembaga pendidikan hanya sebagai fasilitator saja. “Bahkan anak-anak dengan prestasi luar biasa juga bisa berasal dari homeschooling, seperti halnya beberapa anak didik dari Sekolah Dolan”, tambahnya.

Sementara itu, dr. Viera Wardani. M.Kes. lebih menjelaskan tentang perjalanan para orang tua yang memilih pendidikan homeschooling bagi anaknya. Ibu dua orang anak ini menjelaskan bagaimana pertimbangan-pertimbangan yang diambil para orang tua sebelum memasukkan anaknya di homeschooling. Pada sesi ini tampak antusiasme para peserta untuk menanyakan secara langsung pengalaman dr. Viera yang mendidik anaknya melalui homeschooling.

Pada sesi talkshow ketiga materi acara lebih diarahkan pada tanya jawab prestasi anak didik Sekolah Dolan beserta para orang tua. Selain itu juga dipaparkan presentasi siswa yang menekuni desainer interior hotel beserta program edukasi yang dirancang bersama Sekolah Dolan.

Sekolah Dolan Malang
Keceriaan keluarga besar Sekolah Dolan. Sumber foto: Bright Consultant.

Tak berhenti di diskusi yang tentu akan membuat berbagai pemikiran para orang tua semakin terbuka dengan adanya homeschooling, Happy Family with Sekolah Dolan ini semakin semarak dengan siswa-siswi Sekolah Dolan yang berani unjuk kebolehan. Mulai dari cerita wayang, instrumen gitar Tanggo, permainan angklung, wushu, karate, olah vokal , puisi , Fashion Show, serta Tartil Qur’an ditampilkan di panggung.

Di sela acara ada Games Mamamia yang tak kalah heboh yakni games kebersamaan orang tua dengan anak yakni  anak balapan  memakaikan kaos kaki dan kemeja kepada ibunya  dengan benar.

Harapan dari Happy Family with Sekolah Dolan ini sendiri membuka mata kepada orang tua bahwa sebenarnya poin penting dalam mendidik anak bukan soal di mana sekolahnya, namun bagaimana peran orang tua. Semoga dengan adanya event seperti ini, tak hanya anak saja yang terus disadarkan untuk menjadi baik, namun orang tua pun terus belajar untuk memahami anak dengan zaman yang semakin berkembang untuk terus menemani dan senantiasa mendidik. Karena sosok orang tua bukan hanya sekadar membiayai namun menjadi sosok pendidik juga bagi anak-anaknya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.