BERBAGI
Museum Brawijaya Malang
Museum Brawijaya Malang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Museum Brawijaya Malang menjadi pilihan paling tepat buat Anda yang berminat belajar sejarah perjuangan rakyat Indonesia. Sebab, museum ini menyimpan banyak benda yang dijamin membawa Anda ke masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Museum ini merupakan salah satu tempat di Malang yang bakal memberikan gambaran pada para pengunjung mengenai betapa beratnya masa-masa perjuangan warga Malang melawan penjajah kala itu. Gambaran itu bisa dilihat melalui benda-benda antik koleksinya.

Di museum ini pengunjung disuguhi banyak benda peninggalan sejarah yang masih terawat dengan baik. Ada tank yang dipajang tepat di depan bangunan museum. Tank tersebut yang digunakan para pejuang Indonesia pada saat pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Sebuah meriam Canon sebesar 3.5 inch dengan nama ‘Si Buang’ juga tersimpan rapi di lokasi ini. Tak ketinggalan sebuah tank AMP-Track yang digunakan para pejuang TRIP. Ada pula koleksi senjata yang saat itu dirampas pejuang Indonesia dari pasukan Jepang pada September 1945.

Museum Brawijaya memiliki sebuah koleksi unggulan, yakni Gerbong Maut. Dari namanya saja sudah cukup membuat bulu kuduk berdiri. Memang, gerbong ini menyimpan cerita kelam rakyat Indonesia pada masa penjajahan Belanda dulu. Gerbong ini pernah digunakan mengangkut 100 tawanan pejuang Indonesia dari Penjara Bondowoso menuju Surabaya, tepatnya pada tanggal 23 November 1947. Gerbong yang kondisinya kala itu tertutup rapat, membuat 46 orang meninggal, 11 sakit parah, 31 sakit ringan, dan hanya 12 yang mampu bertahan dalam keadaan sehat. Gerbong Maut itu kini tersimpan di halaman belakang Museum Brawijaya ini.

Koleksi Museum Brawijaya lainnya juga tak kalah menariknya untuk diketahui. Di museum ini terdapat beberapa foto lawas yang mengisahkan pemberontakan dan potret kota Malang tempo doeloe. Barang-barang peninggalan Panglima Besar Sudirman, termasuk komputer jadul yang ukurannya cukup besar juga menjadi bagian dari benda koleksi museum ini.

Museum Brawijaya bisa Anda kunjungi di Jalan Besar Ijen Boulevard, tepatya di sebelah barat Monumen Melati atau Perpustakaan Kota Malang. Di depan gedungnya juga berdiri patung setengah badan Panglima Besar Jenderal Sudirman, lengkap dengan data-data dirinya.

Dengan semboyan “Citra Uthapana Cakra” yang berarti “Sinar Yang Membangkitkan Kekuatan”, Museum Brawijaya berharap setiap orang yang berkunjung datang bisa dibangkitkan semangat hidupnya. Sebab, perjuangan para pahlawan yang gugur merebut dan mempertahankan perjuangan harus dilanjutkan dengan semangat ’45 yang sama.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.