BERBAGI
Mouzza Zee, Lakoni Single Touring dari Malang ke Aceh (C) JACKBIKER.COM
Mouzza Zee, Lakoni Single Touring dari Malang ke Aceh (C) JACKBIKER.COM
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Mouzza Zee membuktikan bahwa tak hanya pria yang sanggup melakukan touring dalam jarak tempuh hingga antar pulau. Wanita tangguh itu melakoninya sendirian dari Malang ke titik nol kilometer Indonesia, Sabang, Aceh.

Meski terlahir sebagai wanita, Mouzza tidak mau kalah dengan kaum Adam. Terbukti, wanita yang memiliki nama asli Siti Muzainah ini gemar melakukan kegiatan yang lazimnya dilakukan oleh pria, seperti touring misalnya. Si tomboy ini rela menempuh jarak ribuan kilo meter demi membuktikan anggapan bahwa wanita sering dianggap lemah oleh kebanyakan orang.

Dengan mengusung misi semangat Kartini, Mouzza melakukan touring dari Malang hingga Sabang, Aceh. Menariknya, dalam touringnya itu, Mouzza tak ditemani pendamping seorang pun. Mengusung tema Expedisi Kartini, Mouzza memulai perjalanannya ke Negeri Serambi Mekkah itu sejak 2 April 2016.

Wanita bergelar Sarjana Hukum (SH) ini menempuh perjalanan selama 40 hari lebih. Banyak suka duka yang silih berganti selama perjalanannya tersebut. Sejak dari Malang, halangan dan rintangan datang satu persatu.

“Waktu mau ke Bandung malah nyasar ke Brebes. Tapi mungkin itu kehendak Tuhan, di jalan saya menolong korban tabrakan truk yang ‘adu banteng’. Tidak ada yang mau bawa ke Rumah Sakit, akhirnya saya bawa korban, meski saya hanya punya sisa uang 200 ribu rupiah,” kisahnya pada laman JackBiker.com, Kamis (12/5/2016).

“Beruntung keluarga korban cepat tanggap. Mereka langsung ke RS menemui saudaranya. Setelah itu saya seperti dapat keluarga baru, mereka selalu minta kabar saat aku di Sumatera, dan bilang untuk mampir sebelum kembali ke Malang.”

Untuk sekedar diketahui, cobaan dara 25 tahun ini tidak hanya sampai di situ saja. Ketika tiba di tanah Sumatera, tepatnya di Palembang, wanita kelahiran 27 Juni ini kembali mendapatkan musibah kecelakaan. Mouzza terjerembab setelah ban sepeda motornya tidak sengaja melintasi jalan berlubang. Miris, karena tidak ada yang menolongnya.

“Tidak ada yang mau menolong, karena saya disangka begal, karena kebetulan lokasi saya jatuh rawsan begal. Menurut warga setempat, trik begal di situ memang demikian, pura-pura jatuh. Tapi setelah saya teriak minta tolong, agak lama akhirnya ada yang menolong juga,” ujarnya.

“Saat jatuh, setang motor bengkok, tapi tetap saya paksa riding dalam kondisi demikian, hingga menempuh jarak 150 km, sampai akhirnya ditolong oleh anak NMax Jambi yang membetulkan setang motor saya.”

Kisah mengenaskan Mouzza rupanya belum berakhir. Ketika masuk daerah Padang, Sumatera Barat, Mouzza sempat diikuti oleh pemotor yang diduga sebagai begal. Namun ia bersyukur kawanan misterius itu tidak mengikutinya terus.

“Saya takut sekali dan hanya bisa berdoa, kemudian hujan deras, saya paksa riding sampai akhirnya mereka putar balik,” kenangnya.

Setibanyanya di titik nol kilometer Indonesia di Sabang, Aceh, Mouzza merasakan kepuasan batin yang tak terhingga. Selain takjub dengan keindahan alam bumi Andalas, Mouzza juga bangga sanggup membuktikan bahwa wanita pun mampu melakukan single touring dari Jawa hingga ujung Sumatera.

Visi dan misi Mouzza melakukan perjalanan menyeberangi Selat Sunda ini bukannya tanpa tujuan. Wanita yang memiliki sanggar tari dan perpustakaan gratis ini ingin mengenal dan memperkenalkan budaya dari masing-masing kota yang dilewatinya.

“Saya hanya ingin belajar dan bertukar ilmu dan budaya dengan daerah-daerah yang saya singgahi. Butuh perjuangan besar untuk menyakinkan orang lain bahwa wanita dapat membawa perubahan. Terlebih jika cara yang ditempuh dengan mengendarai motor. Aku bukan rider profesional. Bukan apa-apa, tapi aku pantang menyerah,” tuturnya.

“Saya hanya percaya bahwa kita itu bisa karena kita mau. Kita mau karena kita mampu, dan kita mampu karena kita mau. Jadi intinya kemauan.”

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.