BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kabupaten Malang mempunyai maskot yang dijadikan simbol kota. Maskot itu adalah seekor burung cucak ijo. Sayang saat ini burung tersebut sudah hampir tidak pernah ditemukan di habitatnya di kawasan hutan dan kebun.

Burung cucak ijo memiliki tampilan fisik yang menarik, sebagian besar tubuhnya didominasi oleh warna hijau dengan paruh dan bentuk muka berwarna hitam. Burung ini menjadi favorit para kicaumania karena memiliki suara yang bagus dan melengking merdu. Burung yang memiliki kicau indah biasanya berkelamin jantan.

Penetapan burung cucak ijo sebagai maskot dilakukan dengan surat Bupati Ibnu Rubianto pada 8 Februari 1996 bernomor 522.4/429.024/1995 tentang pelestarian flora dan fauna. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Malang, nomor 180/170/SK/429.013/1997, tentang Penetapan Maskot/Identitas Flora dan Fauna Kabupaten Daerah Tingkat II Malang, tertanggal 26 April 1997.

Maksud penetapan maskot flora dan fauna tersebut sebagai upaya pengenalan sekaligus pelestarian yang didasari keunikan suatu jenis satwa dan tumbuhan tertentu yang terdapat di Kabupaten Malang serta merupakan ciri khas daerah. Penetapan maskot tersebut berperan pula sebagai sarana meningkatkan promosi kepariwisataan, penelitian dan pendidikan.

Berkaitan dengan itu, kemudian pemerintah Kabupaten Malang membuat Taman Burung di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang diatas lahan seluas 9,5 Ha dimana untuk burung cucak ijo disediakan lahan seluas 0,5 Ha.

Sayang kemudian pada selama kurang lebih 10 tahun Taman Burung tersebut bubar karena tidak ada yang mengelola dan merawat. Kondisinya rusak parah, keadaan itu juga diperparah dengan akses jalan yang cukup sulit. Keadaan itu membuat Pemerintah Kab Malang tahun 2013 melalui Dinas Kehutanan mengambil alih Taman Burung itu dan diganti menjadi Taman Petik Buah.

Burung Yang Diburu
Dari sebuah artikel penelusuran yang yang dilakukan oleh Kompas, burung cucak ijo langka setelah ditetapkan sebagai maskot. Harganya seketika melambung tinggi sehingga burung yang terdapat di Malang Selatan seperti Tirtoyudo, Sumbermanjing, hingga Donomulyo, dan juga kawasan Malang Barat seperti Pujon ini menjadi perburuan orang.

Selain diburu orang, tempat tinggal burung yang ada di kawasan hutan menjadi sempit seiring dengan pembalakan liar yang dilakukan. Bahkan pada akhir 90-an saat penebangan hutan menjadi kawasan ladang di Malang selatan membuat habitat burung ini semakin terjepit.

Meskipun sangat langka di alam liar termasuk sudah sulit ditemukan di Taman Burung di Jeru, burung ini tetap ada banyak di Malang. Hal itu tidak lain karena banyaknya warga yang menangkarkan burung itu untuk dijual kembali.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.