BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Mahasiswa UB (Universitas Brawijaya) Malang kembali menorehkan inovasi. Kali ini mereka menemukan alat/reaktor yang bisa mengubah jerami menjadi BBM dengan judul penelitian erancangan reaktor pretreatment bioetanol dengan teknologi Ohmic heating.

Karya tersebut dibuat oleh lima Mahasiswa UB dari Jurusan Teknik Pertanian yaitu Chandra Ardin H.P (FTP – Keteknikan Pertanian 2012), Setiawan Djodi (FTP – Keteknikan Pertanian 2012), Amirul Luthfi Habibie (FTP – Keteknikan Pertanian 2012), Akmal Alam (FTP – Teknik Bioproses 2013), dan Sri Nofiyani (FTP – Teknik Bioproses 2014). Dibawah bimbingan Dewi Maya Maharani, STP. M.Sc. alat tersebut diberi nama Automatic Ohmic Heating Technology atau ACTION.

Diterangkan oleh laman humas UB, dasar dari pembuatan alat ini adalah krisis energi bahan bakar alternatif karena penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini. Karena itu, mereka menggunakan energi alternatif yang bisa dikembangkan yaitu bioetanol.

Bioetanol adalah etanol yang dibuat dari biomassa yang mengandung komponen pati atau lignoselulosa, seperti jerami padi. Pemanfaatan jerami padi sebagai bahan residu pertanian sampai saat ini masih kurang, dan kebanyakan hanya di bakar ataupun di gunakan untuk pakan hewan ternak.

Dari limbah pertanian ini memang bisa menjadi bahan bakar bioetanol yang merupakan alternatif dari bensin. Untuk menjadi bioetanol sendiri jerami padi tersebut harus melampaui berbagai macam pengolahan yang cukup rumit. Karena itu, alat ini diciptakan agar pengolahan rumit tersebut tidak terjadi sehingga pengolahannya bisa otomatis.

Memang sebelumnya peneltian jerami untuk menjadi bioetanol sudah pernah dilakukan. Namun, alat ini diklaim punya sejumlah keunggulan dibandingkan alat sebelumnya yang pernah ada. Salah satunya adalah proses pemanasannya sangat singka untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Selain itu pada reaktor juga dilengkapi dengan mesin pengecil ukuran bahan sampai menjadi bubuk (serbuk) dan beroprasi dengan sistem otomatis. Setelah dilakukan pengujian pada bahan hasil pretreatment menggunakan reaktor ACTION, terbukti bahwa kadar selulosa yang bisa diekstraksi naik hingga 8,88% dari kadar awal lalu kandungan lignin beserta hemiselulosa turun 1,39% dan 4,32%.

Dari hasil tersebut, penggunaan metode ohmic heating pada pretreatment bioetanol sangat eektif dan berpeluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut pada sektor industri.

Reaktor ini diciptakan guna mengatasi permasalahan pada pretreatment bioetanol melaui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) yang diadakan oleh DIKTI pada tahun 2016.

Menurut ketua tim perancangan alat, Chandra Ardin H.P. Reaktor ACTION tidak hanya bisa dibuat untuk proses pretreatment bahan jerami padi saja, akan tetapi semua bahan bisa menggunakan reaktor ini. Selain itu daya listrik yang dibutuhkan juga hanya 220V, sehingga lebih hemat listrik dan ramah lingkungan. (Prasetya UB)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.