Januari 28, 2023
?>
Pembukaan Festival Religi | Foto: Malang Times

Pembukaan Festival Religi | Foto: Malang Times

Mulai Senin (6/6) kemarin di kawasan Jalan Sukarno Hatta. Selain ada kegiatan pasar Ramadan yang sudah rutin ada ada kegiatan Festival Seni Religi 2016.

Seluruh kegiatan acara tersebut dilakukan di Taman Krida Budaya, kecuali stand pasar Ramadan yang digelar memanjang di sisi timur jalan Sukarno Hatta.

Festival ini diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), PKK, dan Jawa Pos Radar Malang. Kegiatan yang biasanya hanya dilakukan selama sehari itu akan berbeda di tahun 2016 ini karena diadakan selama lima hari berturut-turut.

Dalam sambutannya ketika membuka acara itu kemarin, Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni, SH, M.Si, menyatakan jika Festival Seni Religi ini adalah salah satu bentuk memeriahkan Ramadan, kegiatan yang lebih lama dibandingkan biasanya membuat banyak sekali acara yang bisa digelar. Salah satu indikasinya adalah banyaknya peserta yang ikut di acara ini. Bahkan untuk lomba terbang jidor ada sekitar 20 peserta dari Malang Raya.

“Selain ada stand yang biasanya ada setiap tahun, juga ada kegiatan wisata religi, loma cerdas cermat, lomba tartil Al Quran anak, festival hadrah, fashion show, dan pemeran kerajian muslim. Dengan waktu lima hari semua bisa dimaksimalkan,” terang Ida.

“Pesan dari Walikota menyatakan jika kegiatan ramadan ini tidak ingin menganggu aktivitas pengguna jalan, termasuk pengaturan lalu lintas dari pasar ramadan itu. Karena itu, penataan dan pengelolaannya di sepanjang jalan langsung kita awasi sepanjang 150 stand yang sudah berjualan,”

Sementara itu, Walikota Malang H.M. Anton yang memantau langsung kegiatan hari pertama menyatakan puas dengan kerapian dan kondusifnya pasar Ramadan. Dirinya menyatakan jika kegiatan itu mampu menunjang perekonomian masyarakat.

Selain itu, dia juga berpesan kepada sekolah-sekolah di Kota Malang siswanya memakai hijab bagi yang muslim selama Ramadan. Selain itu, himbauan untuk melaksanakan solat berjamaah yang diedarkan melalui surat keputusan bisa dilaksanakan dengan baik.

“Untuk sekolah, gerakan solat berjamaah ini sangat positif untuk perkembangan kehidupan beragama dan akhlak mereka,” terang Anton.

?>