BERBAGI
bbm dari alang-alang
Ini lah karya mahasiswa UB. Prototipe alat Resoption dalam proses produksi bioetanol dari alang-alang. (Foto: dok. Tim Resoption UB)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Bahan Bakar Minyak atau lebih kita kenal dengan singkatan BBM sudah jadi kebutuhan pokok bagi masyarakat urban. Siapa yang tak membutuhkannya? Berbagai aktivitas lagi-lagi harus menggunakan BBM.

Tapi semakin zaman terus berkembang dan berubah, manusia juga semakin paham bahwa BBM merupakan sumber daya yang akan habis. Untuk mencegahnya, kita harus menghemat dengan cara menciptakan berbagai sumber daya alternatif agar di kemudian hari tetap bisa melanjutkan kehidupan tersebut. Tak hanya sekadar resah, mahasiswa dari Universitas Brawijaya ini mewujudkannya dengan menciptakan energi alternatif lho!

Inovasi yang dilakukan adalah inovasi bioetanol. Apa sih bioetanol sendiri? Jika biodiesel adalah bahan bakar alternatif pengganti solar, maka bioetanol adalah bahan bakar alternatif pengganti gasoline yang biasa disebut gasohol (campuran antara gasoline dan alkohol). Inovasi bioetanol merupakan inovasi yang sering diciptakan oleh para guru dan dosen, namun selalu memiliki masalah bahan baku pati tersebut perlu budidaya khusus agar tidak mengganggu ketahanan pangan karena menggunakan umbi, jagung, tebu dan sumber nabati lainnya.

Akhirnya M Faridlil Athrosy, Intan Avionta, Moch. Taufik Ramadhan, Ayu Diyaratnasari dan Fahmi Fajrul Haq dengan didampingi Dewi Maya Maharani STP,M,sc, mencari berbagai alternatifnya. Hasil riset mereka menunjukkan, lignoselulosa tanaman yang bisa didapat dari ampas seresah tanaman merupakan alternatif paling tepat dalam proses produksi BBM nabati tersebut.

Cukup mengejutkan, ternyata tumbuhan yang akhirnya menjadi alternatif adalah sebuah gulma yang dapat tumbuh dipinggir jalan memiliki 40 persen lignoselulosa, tanaman tersebut bernama gulma! Ya, lima mahasiswa jurusan Keteknikan Pertanian Universitas Brawijaya ini sukses membuat BBM dari alang-alang, energi alternatif asli orang Indonesia tentu harus dihargai dan terus didukung agar dapat berkembang dan digunakan oleh setiap orang.

Dalam makalah bertajuk “Optimasi RSM Pretreatment Degradasi Lignin Alang-Alang Untuk Pembuatan Bioetanol (Metode efektif membuat BBM dengan Alang-Alang)”, tim tersebut lalu memakai metode “resoption” dengan rancangan Response Surface Methodology (RSM) guna mengetahui perlakuan untuk mendapatkan kondisi optimum degradasi lignin alang-alang dengan ohmic heating.

Semoga energi alternatif ini bisa menjadi sebuah pilihan bagi dunia untuk terus melanjutkan kehidupan dan tentunya dapat semakin menghemat BBM. Tentu BBM dari alang-alang karya mahasiswa Universitas Brawijaya diharapkan bisa membantu kehidupan manusia.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.