BERBAGI
museum musik indonesia
Salah satu sisi Museum Musik Indonesia, sumber foto: surabaya.panduanwisata.id
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Bagi Anda yang ingin mengulik sejarah musik di Indonesia, Anda harus datang ke museum musik satu-satunya di Indonesia yang berlokasi di Perumahan Griyashanta, Malang yang telah ada sejak 1 Januari 2013. Meskipun memang tak begitu besar, tapi semua musik tercatat dengan baik dan Anda pun bisa mendengarkan musik tersebut. Ingin mengetahui sejarah musik pada tahun 1970-an yang tak lepas dari sejarah musik Indonesia, jangan khawatir, semua lengkap di sini!

Saat ini koleksi Museum Musik Indonesia mencapai 15.000 koleksi benda yang terkait dengan musik. Terdapat Piringan Hitam (PH), kaset, CD, VCD, vinyl, peralatan pemutar musik, instrumen, memorabilia, foto, poster, majalah, buku, kliping tulisan, sampai berbagai jenis alat musik baik tradisional maupun modern. Koleksi Museum Musik Indonesia semakin terus bertambah yang berasal dari sumbangan para kolektor, musisi, dan penikmat musik di seluruh Indonesia termasuk para musisi dan penyanyi nasional. Bahkan ada juga warga asing yang menyumbangkan koleksinya di antaranya dari Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda dan Prancis.

Anda pun juga bisa meminta penjaga untuk mendengarkan piringan hitam yang sudah sangat jarang kita temukan di sana. Meskipun tidak semua koleksi musiknya dipajang karena keterbatasan tempat, tapi koleksinya tetap tercatat dengan baik. Semoga saja museum satu-satunya ini bisa terus didukung dan dikembangkan, ya!

Berdirinya Museum Musik Indonesia ini berkat peran dari Galeri Malang Bernyanyi atau sering dikenal dnegan GMB. GMB adalah sebuah organisasi sosial yang memiliki visi memelihara musik Indonesia yang dilakukan melalui misi pengumpulan rekaman musik Indonesia. Galeri Malang Bernyanyi berdiri sejak 8 Agustus 2009 silam dan diresmikan oleh Walikota Malang.

Galeri Malang Bernyanyi awalnya terbentuk dari Komunitas Pecinta Katjoetangan (Kapeka). Nama Katjoetangan diambil dari suatu wilayah di Malang yang pada era 1960 dan 1970-an menjadi pusat kegiatan seni pemuda masa itu. Saat ini Galeri Malang Bernyanyi diketuai oleh Hengki Herwanto, mantan wartawan majalah legendaris ‘Aktuil’ yang sangat digemari pembaca terutama kaum muda pada dekade 1970-an. Saat itu, rubrik musik di majalah Aktuil juga menjadi barometer rekam jejak perkembangan musik di Tanah Air.

Berada di sini, Anda akan menikmati dinding-dinding ruangan yang dipenuh rak-rak berjajar rapi yang berisi piringan hitam, kaset, CD, dan berbagai majalah musik yang merupakan koleksi dari museum ini. Banyak koleksi yang sudah sangat langka di pasaran ada di museum ini dan bisa dinikmati masyarakat umum. Memang banyak para kolektor, namun bedanya mereka tak menyediakan fasilitas agar masyarakat umum bisa menikmatinya.

Bila Anda pecinta musik dan ingin berkunjung, mari datang ke Perumahan Griyashanta Blok G No. 407 Malang atau untuk informasi lebih lengkapnya bisa menghubungi 0341-490948.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.