BERBAGI
Kue Koya yang dijual di pasaran
Kue Koya yang dijual di pasaran
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kue Koya, sebuah jajanan zaman dahulu yang cukup dikenal bagi masyarakat Jawa Timuran. Kue ini jika dimakan akan lumer di mulut, bahkan untuk mengambilnya pun harus berhati-hati karena sangat ringkih sehingga terkadang meninggalkan remah-remah serbuk.

Kue ini rasanya sangat manis, biasanya terbuat dari tepung ketan. Dulu ketika hari raya lebaran ataupun hajatan, kue yang juga dikenal dengan sebutan payako ini ada di beberapa rumah dengan bentuknya kotak atau jajar genjang. Penulis pun juga sering melihat nenek penulis membuatnya, dulu karena masih belum punya oven, untuk mengeringkan kue tersebut digunakanlah sinar matahari.

Di sisi lain, bentuknya yang lumer terkadang membuat beberapa anak kecil menyemburkan ke temannya. Sebuah kenakalan yang cukup absurd di masa itu karena semburan itu juga mendapatkan balasan serupa.

Saat ini kue koya yang dibuat sendiri oleh rumahan sangat jarang ditemui. Namun, kue ini nyatanya ada dijual di pasaran meskipun tetap saja jarang ditemui karena merupakan jajanan jadul.

Satu produk yang terkenal yang berasal dari Malang bernama Kuwe Koya cap Delima Tawon. Kue yang tempat produksinya masih menjadi misteri ini rasanya sangat enak. Bahkan ada variasi isi kacang hijau ataupun coklat di dalamnya. Bentuknya tidak kotak melainkan lempengan bulat dengan tepi yang lebih tebal. Kemudian dibungkus dengan kertas putih dengan satu bungkus isinya enam.

Saat sekolah dasar biasanya mudah ditemukan di toko kelontong ataupun kantin sekolah. Sementara di masa sekarang harus membelinya di toko oleh-oleh Malang ataupun toko online. Citarasa makanan jadul tidak pernah ditemui di masa sekarang sehingga kue ini lumayan dicari untuk sekedar bernostalgia dengan sertaan secangkir kopi ataupun teh.

Untuk resep pembuatan, penulis sendiri tidak mengetahuinya. Sementara jika dicari di jagat internet ditemukan kue koya yang terbuat dari kacang hijau. Untuk yang satu ini, kue tersebut juga sering dinamakan kue satu. Meskipun terlihat mirip, tentu saja bagi penulis merasakan aroma yang berbeda dengan kue koya yang khas Malang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.