BERBAGI
Gerbang Gunung Kawi Malang
Gerbang Gunung Kawi Malang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Warga Desa Wonosari, di wilayah Gunung Kawi menolak keras rencana pembuatan film yang berjudul Gunung Kawi. Film dengan genre horor komedi ini dianggap tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Diterangkan oleh Juri Kunci Pesarean Gunung Kawi Tjandra Jana, sinopsis dari film tersebut dianggap melecehkan kondisi wilayah tersebut. Dikabarkan jika Gunung Kawi adalah lokasi untuk pesugihan untuk mencari kekayaan dan juga jodoh. Padahal sesungguhnya di sana ada sebuah makam orang suci yang merupakan wali yang dianggap melakukan syiar agama Islam.

“Saya tahu akan ada film ini dari keponakan pada Kami pekan lalu, dirinya menerima tamu dari Jakarta di Hotel kemudian bercerita akan membuat film di Guung Kawi. Setelah kami cari informasi lengkapnya termasuk sinopsisnya kami teruskan laporan itu ke Kepolisian dan Pemerintah Desa, kemudian pada Sabtu sudah ada keputusan jika kami semua menolak pembuatan film itu,” kata Tjandra.

Dikutip dari Tempo, pada Selasa, 19 Juli 2016, Tempo berupaya menghubungi kembali Jana. Tempo ingin mengetahui apakah keluarga besar Juru Kunci Pesarean Gunung Kawi sudah dihubungi oleh mereka yang terlibat dalam pembuatan film itu. Namun, tiga kali dihubungi, teleponnya tidak diangkat.

Proses produksi di Kabupaten malang akan dikerjakan mulai Juli sampai Agustus setelah kegiatan syuting pertama di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi selesai pada Mei lalu. Ditargetkan seluruh proses produksi rampung pada Agustus sehingga bisa ditayangkan di layar bioskop pada 2016 atau tahun depan.

Poster Film Gunung Kawi
Poster Film Gunung Kawi

Sinopsis film dibuat Erry Solid. Dalam sinopsis digambarkan Gunung Kawi menjadi tempat praktek pesugihan sekaligus tempat persekutuan manusia dengan makhluk gaib, seperti hantu dan tuyul. Ada penyebutan krupuk tuyul di dalam sinopsis. Selain itu, sosok Mbah Kawi digambarkan sebagai sosok angker.

Digambarkan pula pohon dewandaru yang ada di lokasi pesarean merupakan lokasi paling mustajab bagi siapa pun yang ingin melakukan meditasi maupun bertapa sebagai proses lelaku pesugihan yang diinginkan. Lalu digambarkan jin Gunung Kawi murka dan meneror orang mencuri daun dewandaru.

“Seharusnya mereka izin kepada kami karena tempat itu kami sakralkan,” terang Kepala Desa Wonosari Kuswanto.

Film Gunung Kawi dibintangi aktor senior Roy Marten (yang memerankan tokoh Drajat), Indra Birowo (Sarwono), Yoes Astawan (Mbah Kawi), serta beberapa pendatang baru, seperti Roro Fitria (Roro), Lawra Incha (Bella), Shalimar Malik (Shalimar), Jordi Onsu (Vieuw), Ryan Wijaya (Rian), Reymon Knuliqh (Jono), Maxime Bouttier (Adit), Yova Gracia (Indah), dan Laras Syerinta (Rebecca). Seluruh artis berada dalam naungan Headline and Stage Management.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.