BERBAGI
parenting sharing di wajak
Winda Hardyanti mengisi parenting sharing di Wajak tentang cerdas memilih tayangan anak.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Banyak orang menyayangkan jika televisi menayangkan hal-hal yang tidak mendidik, terutama bagi anak-anak yang mengadaptasi modelling terhadap apapun yang ia lihat. Tapi banyak yang tidak menyadari bahwa tontonan yang tidak baik itu ada karena pasar yang menginginkan, sehingga bila ingin mengubah tayangannya, ubah dahulu pendidikan masyarakatnya.

Hal tersebut lah yang dilakukan kelompok Kuliah Keja Nyata (KKN) 42 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 1 Agustus lalu. KKN 42 UMM lakukan penyuluhan yang berkonsep parenting sharing dengan pembicara dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, Winda Hardyanti, S. Sos, M. Si untuk ibu-ibu di desa Sukolilo, kecamatan Wajak, kabupaten Malang.

Winda Hardyanti mengingatkan bahwa sebenarnya saat anak-anak sedang menonton televisi, orang tua tidak sadar bahwa anak nya telah diajari oleh televisi mengenai konten yang ia lihat. Permasalahannya adalah sering kali konten televisi tidak mengedukasi atau menjadi hiburan bagi anak, malah menjerumuskan anak-anak.

Berbagai informasi seperti bahwa saat anak berusia 0-2 tahun tidak dianjurkan untuk menonton televisi sebab proses belajar anak-anak mengenai kehidupannya akan terganggu pun disampaikan pada kesempatan ini. Salah satu dampak buruk yaitu anak-anak sulit untuk berkomunikasi kepada orang lain sebab dari menonton televisi mereka hanya menjadi penonton dan tidak ada interaksi kepada orang lain. Winda menganjurkan agar di usia 0-2 tahun anak-anak agar dapat selalu didampingi dan lebih banyak berkomunikasi bersama orang tua

Dosen yang pernah mengikuti short course tentang Human Rights di Norwegia ini juga memaparkan bahwa di atas 2 tahun anak-anak hanya boleh menonton televisi sebanyak satu sampai dua jam perhari nya. Hal ini guna meluangkan waktu terhadap dunia sekitarnya. Mendampingi buah hati saat menonton tayangan televisi dianggap sangat penting bagi Winda.

Rupanya topik ini disambut antusias oleh warga dengan cukup banyaknya yang bertanya. Tentu parenting sharing di Wajak ini menjadi jembatan bahwa warga di desa pun bisa belajar parenting. Tak hanya warga kota saja yang memiliki kesadaran untuk mendidik anaknya dengan lebih baik lagi.

“Sangat penting sekali karena sekarang eranya teknologi informasi, zaman sudah berubah, jadi orang tua juga harus belajar cara mendampingi anak dalam memilih dan menikmati media,” ujar Winda Hardyanti.

KKN 42 UMM 2016 mengharapkan dengan diadakannya acara penyuluhan tersebut semoga dapat mengedukasi dan sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan para orang tua dan anak dalam mengkonsumsi tayangan televisi. Winda juga mengungkapkan kebahagiaannya dapat berbagi di acara penyuluhan yang diadakan KKN 42 UMM 2016, “Programnya bagus, koordinasi, dan persiapan team KKN 42 terlihat matang dan kompak. Sukses selalu yaaa.”

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.