BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ya, bulan Agustus memang sudah berlalu. Meski begitu, suasana Agustus yang identik dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa di RW 3 kelurahan Sumbersari, Lowokwaru, kota Malang.

Tanggal 3 September 2016 dipilih sebagai puncak perayaan dirgahayu Republik Indonesia yang sekaligus menjadi acara penutup rangkaian kegiatan dirgahayu RI.

Panggung bertema campursari yang didirikan di pertigaan dalam Jl. Sumbersari gang 6 ini merupakan tempat strategis untuk berkumpulnya hampir seluruh warga RW 3. Daerah ini merupakan salah satu daerah terpadat di kawasan sekitar kampus Universitas Negeri Malang.

Jalanan yang sempit dan strategis ini harus ditutup untuk beberapa jam yakni dari siang hingga malam dan mau tak mau membuat beberapa mahasiswa harus mencari alternatif jalan lain untuk sampai ke tempat tujuannya.

Beberapa jam sebelum pelaksanaan, kota Malang sempat diguyur hujan. Untungnya, tak lama kemudian hujan reda dan acara bisa dimulai pada pukul 19.30 WIB.

salah satu panitia membagikan air mineral ke warga yang menonton
salah satu panitia membagikan air mineral ke warga yang menonton

Acara ini dipersembahkan oleh para panitia PHBN RW 3 untuk seluruh warganya. Para panitia yang bertugas juga tak lepas dengan atribut tradisional seperti tema yaitu mereka mengenakan pakaian tradisional lengkap.

Meskipun bertuliskan campursari, namun juga ada penampilan tari tradisional dari anak-anak setempat untuk turut serta melestarikan budaya Malang. Mereka membawakan tari Remo, tari Beskalan, dan lain-lain. Selain itu, yang khas dalam perayaan 17 Agustus yakni lagu nasional. Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional juga dinyanyikan para warga untuk semakin membangkitkan rasa nasionalisme mereka.

Selain menyuguhkan lagu-lagu campursari yang diiringi oleh Campursari Piulang Budaya, juga diselingi pesan-pesan penuh arti yang disampaikan secara komedi. Gelak tawa warga karena lelucon yang dilontarkan MC membuat suasana semakin malam semakin meriah.

Menurut MC campursari, Kamto setiap komponen yang ada dalam campursari memiliki arti tersendiri. Contohnya gamelan yang jika setiap hurufnya diurai akan menjadi gusti Allah maringi elham lantaran ajarane Nabi, lalu ada gong yang memiliki penjabaran gusti Allah ora nate goro atau dalam artian apa yang tertulis dalam Al-Quran nyata adanya. Juga dibawakan pantun yang isinya ajakan untuk menjauhi narkotika. Dimana untuk menghindarinya, harus diawali dari diri sendiri.

Yang menonton acara ini tak hanya warga sekitar saja, namun juga anak-anak kecil dan mahasiswa. Menurut salah satu mahasiswa, Ika menuturkan bahwa ia memang senang menonton acara-acara seperti ini dan disini juga jarang digelar suguhan tradisional sehingga sangat sayang kalau dilewatkan.

Lurah Sumbersari memberikan sambutan kepada warga
Lurah Sumbersari memberikan sambutan kepada warga

Adapun pesan yang disampaikan oleh lurah Sumbersari, Drs. R. Amaludin Hamsah, M. AP yakni “Slogan yang dimiliki Sumbersari adalah Sumbersari bersatu. Artinya, kebersamaan harus ditingkatkan di setiap bagian, tokoh masyarakat, seniman, pemuda, PKK, dll.

Tidak ada pembangunan yang berat. Asalkan semuanya berpegang teguh pada kunci utama, peduli. Semua masyarakat harus peduli pada kondisi di lingkungan sekitar. Jika semua sudah peduli, hal-hal seperti kebersihan, keamanan akan selalu terjaga dengan baik. Meskipun kawasan Sumbersari sudah terlihat tidak memungkinkan untuk diberi pot di depan rumah, hal tersebut bisa disiasati dengan menanam tumbuhan di dinding rumah.”

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.