BERBAGI
Sejarah Panjang Pemandian Ken Dedes (C) KOMPAS
Sejarah Panjang Pemandian Ken Dedes (C) KOMPAS
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Sebagai salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Singhasari, Pemandian Ken Dedes di Kecamatan Singosari tentunya memiliki sejarah yang sangat panjang. Tak heran jika pemandian tersebut menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Malang.

Konon, pemandian ini dipercaya sebagai tempat mandi dari Putri Ken Dedes yang terkenal akan kecantikannya tersebut. Hal ini menimbulkan kepercayaan di masyarakat bahwa dengan mandi di pemandian ini maka akan membuat awet muda. Konon, pada masa Kerajaan Singhasari terdapat sebuah taman yang indah, yang kemudian dikenal dengan nama Taman Boboji. Di tempat itulah konon Ken Arok dan Ken Dedes yang saat itu masih menjadi permaisuri Tunggul Ametung, Akuwu Tumapel, pertama kali bertemu. Dikisahkan, saat itu Ken Arok terpesona menyaksikan Ken Dedes saat turun dari kereta kuda. Terlebih saat kain penutup kakinya tersingkap sehingga betisnya kelihatan. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan di mana letak Taman Boboji karena belum ada sumber yang menjelaskannya. Di atas pemandian Ken Dedes memang terdapat sebuah bukit kecil dan tak jauh dari pemandian tersebut terdapat sungai. Namun belum dapat dipastikan kebenarannya apakah itu pemandian Ken Dedes atau hanya keputren tempat tinggal Ken Dedes sebagai seorang putri.

Justru, terdapat sebuah pemandian yang tidak jauh dari situ, yaitu di Jalan Candrakirana, tempat yang paling diyakini masyarakat setempat sebagai sumber mata air yang digunakan Putri Ken Dedes untuk mandi menyucikan diri dan bertapa. Saat ini, pemandian tersebut berada di bawah pengawasan BPPP (Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala).

Pemandian Ken Dedes sendiri berada di Jalan Kendedes, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Lokasi pemandian ini hanya sekitar satu kilometer dari Candi Singosari. Untuk mencapainya, Anda bisa menggunakan kendaraan sendiri, angkutan tradisional dokar, atau bisa juga menggunakan ojek. Untuk memasukinya, Anda cukup mengeluarkan uang 6.000 rupiah untuk membeli tiket masuk, kelas dewasa atau anak-anak.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.