BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kota Malang resmi berkembang menjadi kota pemerintahan secara resmi dibentuk pada 1 April 1914. Namun, lambang dan semboyan Kota (Gementee) Malang baru ditetapkan pada 1937. Selama 101 tahun ini, Kota Malang mengalami empat kali ganti lambang dan semboyan kota.

Menurut arkeolog Kota Malang Suwardono, pergantian empat kali lambang kota ini disebabkan pengaruh dari sejarah yang melatarbelakanginya.

1. 7 Juni 1937

lambang-malang-7-juni-1937
Lambang kota Malang pada 7 Juni 1937 – 30 Oktober 1951 | Foto halomalang.com

Dulu, Malang ini bagian dari Kerajaan Belanda. Kali pertama lambang Kota Malang ada pada 7 Juni 1937. Gambarnya berupa perisai berwarna biru dengan mahkota kuning emas berdasar merah di bawahnya sedang dibawa oleh dua ekor singa. Ada pita yang menjuntai yang bertuliskan ‘Malang Nominor Sursum Moveor’, yang artinya adalah Malang Namaku Maju Tujuanku. Makna lambang ini merupakan bagian dari kerajaan Belanda, singa di dalam perisai adalah simbol kepahlawanan, dan bunga teratai putih berarti kesucian.

2. 30 Oktober 1951

lambang-malang-30-oktober-1951
Lambang kota Malang pada 30 Oktober 1951 – 1 April 1964 | Foto ngalam.id

Lalu, kata Suwardono, lambang kota diganti pada 30 Oktober 1951 lagi sesuai semangat kemerdekaan. Bentuk lambangnya, berupa burung Garuda berwarna kuning emas yang membentangkan sayapnya. Di dadanya tergantung sebuah perisai berwarna hijau yang berlukiskan tugu dengan untaian padi dan kapas, harimau, dan bunga teratai putih yang berkembang. Di bawah telapak kaki harimau ada pita yang berjuntai dengan semboyan ’Malang Namaku Maju Tujuanku’.

3. 1 April 1964

lambang-malang-1-april-1964
Lambang kota Malang pada 1 April 1964 – 14 Juli 1970 | Foto halomalang.com

Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, semboyan-semboyan yang ada di pita berganti ‘Malangkucecwara’. Semboyan baru ini diusulkan oleh Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal-usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkucecwara.

4. 14 Juli 1970

lambang-malang-14-juli-1970
Lambang kota Malang sejak 14 Juli 1970 | Foto halomalang.com

Pada tanggal ini, tepatnya setelah berselang enam tahun, lambang kota pendidikan ini berubah lagi. Lambang yang baru ini berupa bersudut lima dengan warna merah putih. Dasar perisai berwarna hijau. Bintang bersudut lima berwarna kuning. Monumen Tugu di tengah berwarna biru serta pita putih dengan semboyan ’Malangkucecwara’.

Makna ‘Malangkucecwara’ ini adalah Tuhan Yang Maha Esa, menghancurkan yang batil. Semboyan ini, pendek dan padat, namun mengandung makna yang ekspresif. Semboyan ini diusulkan Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka yang diambilnya dari bahasa Sansekerta.

Sumber : halomalang

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.