BERBAGI
resep-kue-putu-bambu-khas-medan
Menikmati putu jajanan tradisional selepas hujan tentu membuat suasana semakin sejuk dan nikmat. Foto: menuresepkue.com
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Sejuknya suasana selepas hujan paling pas bila dinikmati dengan kuliner yang hangat, seperti putu jajanan tradisional yang legendaris nan lezat. Jajanan tradisional yang berbahan dasar tepung beras, parutan kelapa dan sensasi hangat serta lumernya gula merah yang membuat suasana akan semakin syahdu. Tapi tahukah Anda bahwa putu memiliki berbagai jenis atau bahkan namanya masing-masing?

Mungkin rata-rata putu yang banyak Anda ketahui seperti foto di atas, berwarna hijau, dibentuk menggunakan bambu berbentuk pipa. Rupanya putu tak hanya dikenal dengan bentuk dan warna tersebut saja, ada berbagai bentuk, warna bahkan rasa yang juga memiliki keunikannya masing-masing.

putu-putih-khas-indonesia
Warna dominan yang sering digunakan untuk putu adalah hijaunya pandan atau hanya berwarna putih. Foto: foodi3lovin.wordpress.com

Dari segi bentuk pun, tak hanya yang seperti pipa saja, banyak kalangan masyarakat tertentu dengan bahan yang sama membentuk putu seperti cangkir. Bentuknya yang seperti cangkir lah yang membuat putu satu ini dinamakan Putu Cangkir.

Uniknya, Putu Cangkir yang berasal dari suku Bugis, Sulawesi Selatan tak berwarna putih atau hijau, namun berwarna coklat. Bahan dasar yang digunakan masyarakat Bugis memang berbeda, yakni beras ketan hitam tanpa gula lalu dinikmati dengan taburan parutan kelapa dan sambal. Bentuk dan warnanya seperti foto di bawah ini:

putu cangkir bugis
Putu Cangkir Bugis yang berwarna coklat. Foto: http://hesti-myworkofart.blogspot.co.id/

Meski coklat tak membuat putu dari Bugis ini kalah cantik dengan yang berwarna hijau dan putih bukan?

putu-ambon
Putu Ambon. Foto: ummufatima-mysimplykitchen.blogspot.com

Masih dengan bentuk yang hampir sama namun berbeda warna, putu putih berbentuk cangkir ini terkenal di Ambon dengan nama ‘Putu Ambon’. Ada yang bilang Putu Ambon lebih legit daripada Putu Bugis.

putu-piring
Pipih dan lebih lebar dibandingkan putu cangkir ataupun putu berbentuk pipa. Foto: nahmj.wordpress.com

Putu jajanan tradisional lainnya ada yang berbentuk berbeda lagi, bila sudah ada yang berbentuk cangkir, kali ini berbentuk piring. Oleh karena itu putu ini disebut ‘Putu Piring’. Putu berbentuk seperti piring ini juga terkenal di Tarutung, Sumatera Utara dengan nama Putu Tarutung, namun perbedaannya adalah ukurannya yang lebih besar.

putu-tarutung
Putu Tarutung yang miliki ukuran lebih besar dan lebih tebal dibandingkan Putu Piriing pada umumnya.

Kini, putu juga bisa dinikmati di Malaysia, Singapore dan India. Di Singapura Anda bisa mencoba putu khas Indonesia yang dijual di area Geylang Road, alatnya pun yang digunakan sama.

alat-putu-piring
Putu di Singapore. Foto: Sophia Mega/ ngalam.co

Dari rasa menurut penulis tak jauh berbeda dibandingkan putu di Indonesia, khususnya di Malang. Sedikit berbeda dari manisnya gula merah, di Malang jauh lebih manis dibandingkan yang bisa dinikmati di area Geylang Road ini.

Bila ada yang berbentuk piring, ada yang berbentuk mangkuk juga lho!

putu jajanan tradisional
Kue Putu Mangkuk Foto: kue putu mangkuk iis-resep.blogspot.com

Dengan bahan yang sama tapi menghasilkan bentuk yang berbeda-beda, rupanya Putu memang begitu banyak variasi. Ada juga lho yang bentuknya seperti mie atau bihun atau akrab disebut Putu Mayang.

putu mayang
Putu Mayang berbentuk seperti mie. Foto: hungryonion.org

Putu yang berbentuk seperti mie juga ada rupanya, bahkan Putu Mayang ini juga khas di Malaysia dan India. Perbedaannya di Malaysia lebih dikenal dengan Putu Mayong atau Putu Mayam, sedangkan di India lebih dikenal dengan nama Idiyappam.

putu-mayang
Putu Mayang ini jauh lebih nikmat jika ditemani dengan serabi. Foto: ekstra.merahputih.com

Mungkin banyak juga yang bingung antara ‘Putu Mayang’ dan Petulo. Hampir mirip, namun Petulo yang khas Malang ini dibentuk bulat, bukan dibiarkan seperti bihun. Petulo ini lebih sering disajikan dengan santan lalu dilengkapi dengan kucur atau serabi. Sedangkan Putu Mayang dikonsumsi tanpa kuah alias kering.

Meski terdiri dari berbagai jenis putu, di Malang sendiri yang paling banyak adalah putu berbentuk pipa. Susah ditemukan atau bahkan hampir tidak ada putu yang berbentuk cangkir dan piring. Menemukan yang berjualan berkeliling masih ada di beberapa sudut kota, namun terhitung susah ditemukan tak semudah saat dahulu tahun 90-an yang selalu berkeliling di sore hari.

Namun Anda juga bisa membeli di Putu Pojok Tongan atau di sebuah outlet kecil di ‘pertigaan daging’ Dinoyo. Dari sekian jenis putu, Anda pernah coba putu yang mana? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar, ya!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.