BERBAGI
Kedung Darmo, Air Terjun Tingkat di Bantur (C) FANDY
Kedung Darmo, Air Terjun Tingkat di Bantur (C) FANDY
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Menjamurnya objek wisata buatan di kawasan Kota Malang tak mengurangi pesona wisata alam di Kabupaten Malang. Terbukti kian banyaknya bermunculan wisata-wisata alam di kawasan selatan Malang Raya tersebut, tak terkecuali di Kecamatan Bantur yang memiliki Kedung Darmo.

Kecamatan Bantur ternyata tak hanya tenar dengan pantai-pantai selatannya yang sungguh eksotis. Buktinya, kecamatan di Kabupaten Malang itu memiliki Kedung Darmo, sebuah alitan sungai yang memiliki beberapa tingkatan air terjun. Tepatnya, terletak di Desa Srigonco.

Tingkatan-tingkatan air terjun yang ada di aliran sungai Kedung Darmo ini terlihat cantik. Namun, sayang, ketinggiannya tak seperti air terjun pada umumnya. Di aliran sungainya terdapat beberapa titik sumber, sehingga air pun melimpah dan seolah tak pernah habis meski musim kemarau.

Dalam Bahasa Jawa, kedung berarti sebuah kolam yang memiliki kedalaman air yang sangat dalam. Konon, nama Kedung Darmo ini diambil dari nama seorang penduduk setempat yang mengaliri sawahnya dengan memanfaatkan air dari kedung tersebut.

Warga desa setempat yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani memang memanfaatkan melimpahnya air di Kedung Darmo untuk pengairan sawah mereka. Pipa-pipa besar mereka pasang di sepanjang jalur tracking menuju ke kedung yang di gunakan warga sekitar untuk menyalurkan air ke perkampungan terdekat.

Perjalanan menuju ke Kedung Darmo ini masih tergolong sulit. Maklum saja karena memang bukan tempat wisata biasa. Maka, Anda jangan pernah berharap menemukan papan pentunjuk untuk menuju ke sana. Dari Kota Malang, silakan arahkan kendaraan Anda ke Kecamatan Bantur melewati Gadang-Bululawang-Krebet-Gondanglegi-Wonokerto-terakhir di Bantur. Sesampainya di Pasar Bantur, Anda tinggal lurus saja hingga menemukan sekolah SMP Negeri 1 bantur, lalu lurus sedikit lagi sampai menemukan pertigaan pertama di mana terdapat papan petunjuk arah menuju ke Wonorejo. Dari pertigaan itu silakan belok kiri melewati Gereja GKJW Wonorejo, lalu lurus saja mengikuti jalan aspal satu-satunya itu, hingga sampai di Dusun Baran, lurus saja hingga jalan aspal habis.

Begitu sampai di desa paling ujung, jalan berubah menjadi jalan setapak berupa tanah liat yang biasanya dilewati warga yang akan menuju ke sawah atau pun ladang mereka. Anda bisa menitipkan kendaraan di rumah warga yang paling dekat dengan lokasi Kedung Darmo. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan tracking menuju ke lokasi kedung melewati ladang penduduk. Jangan segan bertanya arah yang benar jika menjumpai warga yang mencari rumput, karena kebanyakan penduduk setempat memang ramah-ramah. Ikuti saja arahan dari mereka, karena mereka yang lebih tahu kondisi lokasi tersebut.

Sebelum menuju lokasi kedung, Anda akan melewati bukit. Dari atas sana Anda akan disuguhi pemandangan alam yang sangat eksotis dan memanjakan mata. Penampakan Kedung Darmo yang bertingkat akan tampak jelas dari bukit tersebut. Terlihat pula dua aliran sungai yang masing-masing memiliki keindahan alam masing-masing. Penampakan indahnya kedung dan sungai tersebut dijamin akan semakin menyeret Anda untuk melanjutkan tracking turun ke dasar sungai untuk sampai di tujuan utama.

Medan yang harus ditempuh tergolong sangat sulit, karena hanya terdapat jalan setapak yang biasanya digunakan warga setempat untuk mencari rumput atau ke sungai. Pertama, Anda akan melewati ladang warga, lalu menuruni jurang yang lumayan terjal. Di jalan tersebut juga terdapat rerumputan liar yang harus diwaspadai, karena di bawah ada jurang yang lumayan terjal menanti.

Ketika sampai di dasar, perjalanan Anda yang mendebarkan pasti akan terbayar lunas dengan keindahan Kedung Darmo. Cucuran keringat akibat teriknya matahari saat tracking ke bawah tadi seakan lenyap seketika setelah melihat tempat yang rimbun dengan air yang bening. Beberapa air terjun mini bertingkat akan menyambut kedatangan Anda. Dipadu dengan batu kapur besar-besar nan eksotis di area dua sungai, menambah kenyamanan untuk berlama-lama di tempat ini.

Setiap air terjun memiliki kedung atau kolam yang sangat dalam. Segerombolan lumut membuat dasar kedung ini menjadi berwarna hijau toska. Rimbunnya pepohonan di sekeliling sungai membuat kesan asri kian terpancar.

Karena keberadaannya yang masih tersembunyi dan jarang diketahui wisatawan, Kedung Darmo ini masih sepi pengunjung. Maka, jangan heran saat berkunjung ke kedung ini Anda tak menemukan satu pun orang yang berkunjung. Kadang, tampak satu dua orang warga setempat yangs sedang mencari rumput atau berladang di sekitar area kedung tersebut.

Di tempat ini terdapat larangan untuk berenang atau sekadar mencebutkan diri ke dalam kedung yang kedalaman airnya mencapai 30 meter, bahkan lebih. Hijaunya air yang memesona pasti serasa melambai-lambaikan tangannya menggoda siapa pun untuk menceburkan diri. Namun, Anda jangan pernah tergoda, tahan hasrat tersebut demi keselamatan Anda. Terlebih, tempat ini jarang ada orang, maka kemungkinan Anda tertolong sangat kecil. Apalagi lokasi kedung ini jauh dari perkampungan dan sulitnya medan bakal menambah masalah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika tetap memaksa ingin menceburkan diri ke air, maka cobalah berenang di tepian sungai yang memiliki kedalaman yang tidak begitu dalam dengan latar belakang air terjun bertingkat.

Mengingat Kedung Darmo masih belum menjadi objek wisata yang dikelola, maka jangan pernah berharap Anda menemukan fasilitas umum seperti warung makanan dan minuman atau kamar mandi umum. Anda disarankan untuk membawa bekal sendiri dari rumah, mengingat berwisata ke tempat ini terbilang sangat melelahkan dan dapat mengakibatkan perut lapar.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.