April 2, 2023
?>
Coban Rais, Kesegaran dari Lereng Gunung Panderman (C) mday.info

Coban Rais, Kesegaran dari Lereng Gunung Panderman (C) mday.info

Selain Coban Rondo dan Coban Talun, Kota Wisata Batu memiliki wanawisata air terjun lainnya yang tak kalah segarnya, seperti Coban Rais. Air terjun ini berada di ketinggian sekitar 1.025 meter di atas permukaan laut di lereng Gunung Panderman.

Pada zaman dahulu, coban ini bernama Coban Sabrangan, karena memang jika hendak ke coban ini harus menyebrang melintasi 14 sungai. Sebagaimana yang telah diketahui bersama, coban memiliki arti air terjun, sedangkan Rais diambil dari nama salah seorang penduduk desa setempat.

Pagi hari merupakan waktu terbaik jika ingin mengunjungi air terjun yang memiliki tinggi 20 meter ini. Namun, Anda sangat tidak disarankan untuk mengunjungi Coban Rais saat musim hujan.

Sebelum menuju ke lokasi air terjun, Anda lebih dulu harus menitipkan kendaraan di area parkir yang cukup luas. Area ini dipenuhi oleh para pedagang kaki lima yang berjualan makanan seperti cilok, sempol, bakso, es buah, rujak manis, dan lain-lain. Setelah puas mengisi perut di tempat ini, lanjutkan perjalanan melalui jalan makadam sesuai dengan petunjuk yang ada menuju lokasi coban. Suasana jalan setapak yang dikelilingi pepohonan dan rerumputan ini cukup ramai ketika kebetulan bebarengan dengan serombongan anak-anak sekolah yang sedang melakukan kegiatan alam.

Perjalanan melewati jalan tanah mendatar di antara aneka tetumbuhan yang beragam jenis banyak tumbuh di sekitarnya ini sangat menyenangkan. Tampak warna hijau khas dedaunan yang menjadi pemandangan menarik di tempat ini. Dari kejauhan, tampak pula beberapa bukit yang cukup tinggi menjulang dengan hiasan rindang hijau aneka tumbuhan. Ada pula semacam sungai kecil di sisi jalan. Sungai ini sepertinya memang sengaja dibuat untuk mempermudah kebutuhan warga akan air segar. Selain itu, terdapat pula beberapa pipa-pipa besi yang sebagian menyembul keluar di antara jalan setapak.

Di tengah perjalanan jalur setapak yang Anda lewati akan berubah, dari yang semula mudah dilewati, menjadi jalan setapak sempit yang agak susah dilewati karena kondisinya yang sedikit menanjak. Rimbunnya pepohonan akan menambah rintangan menaklukkan jalur ini. Teriknya matahari yang menyengat harus Anda atasi pula. Kicauan burung dan aneka serangga yang banyak berseliweran di sana-sini bakal jadi sedikit hiburan melepas lelah.

Ketika tiba di balik sebuah gundukan tanah yang tinggi, jangan kaget melihat jalan setapak dengan tingkat kemiringan sekitar 45 derajat terpampang di hadapan Anda. Coba hela napas sejenak untuk mengumpulkan tenaga, lalu lanjutkan petualangan menembus belantara wisata alam Coban Rais. Kali ini perjalanan lebih adem, karena dinaungi rindangnya pepohonan di kiri-kanan jalan. Selanjutnya, Anda akan melewati dam (bendungan kecil) yang bisa dimanfaatkan untuk istirahat sejenak demi menghimpun sisa-sisa tenaga yang dipunya, karena terdapat sebuah tanah lapang dan rindang penuh pepohonan.

Perjalanan dilanjutkan dengan mulai merasuknya udara dingin menyejukkan. Jalanan mendaki masih mendominasi perjalanan, hanya saja suara gemericik air yang mengalir terdengar samar. Jalan satu-satunya menuju ke Coban Rais adalah dengan melewati sungai kecil yang airnya terasa begitu dingin. Perjalanan yang melelahkan, cukup menguras energi dan kekuatan fisik dengan menaklukkan tikungan dan tanjakan hutan belantara ini akhirnya berakhir di hadapan sebuah air terjun yang cukup tinggi.

Air terjun yang mengalir dari atas ini cukup deras melalui bebatuan di antaranya. Sebagian air yang menerpa dataran kecil di tengah-tengah air terjun menimbulkan cipratan embun yang begitu sejuk. Sebagian air lagi baru jatuh ke dasar air terjun. Tepat di bawah air terjun, tepatnya sekitar lima meter dari kolam tempat dasar air terjun terdapat seonggok pohon besar yang tumbang melintang. Kolam kecil di bawah air terjun tampak sengaja dibendung dengan tumpukan kayu agar air tidak meluas.

Coban Rais terletak di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), tepatnya di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Anda bisa menempuh rute dari Terminal Batu menuju ke arah Studio Batu TV di desa Dresel. Selanjutnya, perjalanan diteruskan dengan menyusuri jalan setapak yang relatif landai, melewati hutan dan menyusuri sungai yang memakan waktu sekitar 30 menit. Di dalam perjalan ini Anda akan menemukan persimpangan, pilih sebelah kanan.

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, dari Kota Malang silakan naik angkot menuju Terminal Landungsari, seperti AL, ADL, LDG, LG, CKL, dan GL. Selanjutnya berganti kendaraan dengan naik mikrolet angkutan desa jurusan Malang-Batu melalui Desa Oro-oro Ombo.

Untuk masuk ke area Coban Rais ini, Anda harus membayar tiket masuk dengan harga 5.000 rupiah. Sementara untuk biaya parkir motor, Anda harus merogoh kocek sebesar 2.000 rupiah saja.

?>