BERBAGI
sejarah sempol malang
Apakah Sempol begerobak biru ini juga Sempol langganan Anda? (Foto: Sophia Mega/ ngalam.co)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jajanan berbahan dasar tepung dengan ayam atau perasa ayam yang dicelup dengan telur lalu digoreng ini telah menjadi favorit warga Malang. Bahkan saat ini kuliner khas Malang ini sudah ada di beberapa kota lainnya seperti di Banyuwangi. Tapi bagaimana sih sebenarnya sejarah atau cerita di balik jajanan yang dikenal dengan Sempol ini menggeser kehadiran cilok lalu menjadi kuliner yang dicari-cari di Malang.

Tak semua penjual Sempol mengetahui bagaimana sejarahnya atau bagaimana orang mulai mengenal Sempol. Tapi ada salah satu penjual, bisa Anda temukan di pintu gerbang BSS (Brawijaya Smart School) tepatnya di sebelah gerbang BNI, yang ternyata sosok di balik Sempol. Akrab dengan nama Cak Man, dilansir dari windacarmelita.com, Yuwono menanyakan bagaimana sejarah Sempol Malang.

sempol enak di malang
Penjual Sempol bergerobak biru di sini tak hanya menjual Sempol, tapi juga menjual Pentol Korea.

Dahulu, warga desa Sempol, Kecamatan Pajak, Kabupaten Malang, pergi ke kota Malang untuk menjual cilok. Sampai pada akhirnya Cak Man berpikir ingin membuat jajanan yang unik, berbekal ide cilok yang dikepal seperti mendol lalu dicelup adonan telur lalu digoreng dan dicocol dengan sambal biasa.

Sampai akhirnya Cak Man membawa jajan dari ide tersebut ke kota Malang. Saat itu, memang belum ada jajanan serupa di kota Malang. Bahkan Cak Man cukup kesusahan bagaimana memasarkannya, jarang ada yang tertarik. Nama sempol pun juga sekadar keisengan.

Tak kehilangan akal, Cak Man memanfaatkan keramaian demam anak remaja pada Korea dengan mengubah Sempol menjadi ‘Pentol Korea’. Dengan nama tersebut, banyak yang kemudian membeli bahkan berlangganan. Namun karena nama ‘Sempol’ yang terlebih dahulu dipasarkan, masyarakat pun lebih mengenalnya dengan nama ‘Sempol’.

Saat ditanya pada awal tahun 2016 lalu, Cak Man menambahi dengan, “Akhirnya sempol merambah di mana-mana. Dengan berbagai merk. Lek aku meramalkan, bentar lagi wis ada Sempol sing duwe akun Instagram dengan layanan delivery (atau mungkin wis ada). Dengan puluhan macam varian dan puluhan macam saus serta topping.”

Begitu lah ternyata sejarah Sempol Malang yang selama ini sepanjang kita memandang jalan raya selalu berjajaran rombong penjual Sempol. Mulai dari Rp500 sampai Rp1.000 bisa Anda temukan, bila daerah Timur ada Sempol favorit di perempatan Blimbing, dekat pangkalan angkutan TA (Tumpang-Arjosari). Atau di kawasan Alun-alun Batu pun juga menjadi destinasi bila ingin menikmati beberapa tusuk Sempol, begitu banyak memang, tapi di mana lokasi Sempol favorit Anda di Malang?

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.