BERBAGI
Challenge puisi bertema bunga yang berhadiah buku terbaru Agnes Davonar
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kurang lebih 300 peserta berbondong memadati aula gedung D4 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Tak lain adalah untuk mengikuti seminar kepenulisan nasional yang diadakan oleh LP3ME(Lembaga Pengembangan Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Ekonomi) FE UM pada 23 Oktober 2016 lalu.

Menghadirkan Agnes Davonar sebagai pemateri utama memang cukup memikat apresiasi banyak orang untuk mengikuti acara ini. Peserta yang datang pun tidak hanya mahasiswa Universitas Negeri Malang saja, tapi ada juga yang dari Jawa Tengah. Mulai dari anak-anak, mahasiswa, ibu-ibu antusias mengikuti acara ini.

“Acara yang digelar secara rutin setiap tahun ini memiliki tujuan untuk nantinya dapat membentuk penulis muda yang kritis, kreatif, dan berjiwa revolusioner”, tutur ketua pelakasana acara, Tunjung Danianto.

Selain menghadirkan Agnes Davonar, penulis novel best seller, LP3ME juga mengundang Yusri Fajar, M.A, sastrawan, dan Dr. Umi Dayati, M.Pd, motivator berskala ASEAN.

Dalam sambutannya, pembina LP3ME FE UM, Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M menyampaikan bahwa menulis itu sangat penting.

penampilan IKK Kustik
penampilan IKK Kustik disela-sela acara

“Dulu, sewaktu saya kuliah, mahasiswa tidak wajib membuat skripsi. Namun, dosen pembimbing saya mengharuskan untuk membuatnya. Akhirnya saya membuat dan memang ada manfaatnya. Saya bisa melanjutkan ke jenjang studi S2. Teman-teman saya yang tidak membuat skripsi, tidak bisa melanjutkan ke jenjang S2”, jelas Heni singkat.

Acara bergaya talkshow dengan Agnes Davonar ini dimulai dengan Agnes bercerita tentang karir awalnya. Berawal dari blog yang dulu hanyalah tuntutan dari dosennya di Bina Nusantara untuk mengerjakan semua tugas di blog. Selain itu, cerita-cerita menguras air mata milik Agnes juga tumbuh karena dia ingin menemukan ritmenya sendiri. Dengan kata lain mencari kesibukan karena Agnes memiliki kebiasaan susah tidur malam, maka dari itu ia mengalihkan kegiatannya dengan menulis cerita sepanjang malam supaya bisa tidur nyenyak.

Meski demikian, sebelumnya Agnes telah banyak mengikuti kompetisi blog yang waktu itu memang sedang booming. Keluarlah ia sebagai juara 2 maupun 3. Berawal dari sana lalu ada teman kuliah yang meminta untuk membuat surat untuk 40 harian Keke. Atau yang novel dan filmya berjudul Surat Kecil untuk Tuhan. Pada perjalanan

Surat Kecil Untuk Tuhan, salah satu novel karya Agnes Davonar yang difilmkan | foto website http://3.bp.blogspot.com
Surat Kecil Untuk Tuhan, salah satu novel karya Agnes Davonar yang difilmkan | foto website http://3.bp.blogspot.com

nya, Surat Kecil untuk Tuhan sulit menembus penerbit. Sampai pada akhirnya ada production house yang baru berdiri berani mengambilnya. Booming-lah novelnya sampai akhirnya dijadikan film seperti saat itu.

Kisah-kisah inspiratif yang diangkat oleh alumni sastra cina ini salah satunya karena ia pernah merasakan berada pada posisi tersebut. Sekali lagi, dari pengalaman. Ia tidak bertujuan untuk melecehkan, tapi supaya nanti bisa menjadi cermin hidup bagi kita semua. Agar ada renungan tentang apa saja yang sudah kita miliki selama ini.

“Buku adalah bisnis dan nilai moral saya terhadap masyarakat. Saya bersyukur telah mendapat kesempatan itu”, ucap Agnes.

Semangat untuk menulis pun terserah dari diri masing-masing, asalkan rutin dan disiplin. Entah meski itu 1 halaman/hari dan sebagainya.

“Kalau saya, nulis 13 halaman bisa dalam 2 jam saja. Dalam 1 bulan bisa mengahasilkan 4-5 cerpen”, jelasnya.

Agnes sendiri juga tak luput dari kejenuhan dalam menulis. Ia yang juga seorang atlet, disela-sela kejenuhan pasti ia bermain tenis. Selain bermain tenis, terkadang juga menonton drama korea. Drama-drama inilah yang akhirnya juga terbawa dalam karya-karya Agnes yang selalu menguras air mata.

“Hidup itu adalah misteri, kita nggak tau apa yang akan terjadi di depan. Jangan pernah putus asa karena semua orang memang terlahir dengan masalah. Hanya satu hal, jika kita ingin berubah, berubahlah. Belajarlan untuk disiplin, karena itu kunci kesuksesan”, pesan Agnes untuk seluruh penulis muda.

Rutin, disiplin, dan konsisten adalah salah satu cara untuk meraih kesuksesan didepan dari bidang apapun itu. Tak lupa juga untuk selalu peka terhadap kehidupan di sekitar kita agar terjalin kehidupan yang lebih harmonis.

 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.