BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di Tengger selalu ada upacara unik yang mendatangkan banyak wisatawan budaya. Salah satunya adalah tradisi upacara Unan-unan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Tengger yang ada di Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.

Upacara Unan-unan adalah sebuah kegiatan untuk memberikan sedekah kepada alam dan seisinya. Unan-unan ini kalau di wilayah Malang sering dinamakan bersih desa yaitu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan keselamatan dari marabahaya.

tradisi-unan-unan-2

Penyembelihan kerbau | Foto: Tempo

Dalam kalender masyarakat Tengger, upacara Unan-unan dilakukan sekali dalam sewindu atau lima tahun sekali. Hitungan tahun pun sesuai dengan penanggalan masyarakat Tengger. Dalam adatnya, kalender masyarakat Tengger masing-masing bulan dalam satu tahun dihitung 30 hari.

Pada tanggal dan bulan tertentu terdapat tanggal yang digabungkan karena adanya menak, yaitu tumbuknya dua tanggal. Dalam setiap tahun akan terdapat selisih 5 atau 6 hari. Setiap lima tahun sekali diadakan penyesuaian perhitungan jumlah hari. Pada periode lima tahunan, oleh karena setiap bulan terdapat selisih 5 atau 6 hari, maka jumlah sisa adalah 25 atau 26 hari.

Jumlah hari tersebut dimasukkan pada hitungan bulan Dhesta (bulan kesebelas), tidak termasuk bulan tersebut dan bulan sebelumnya. Dengan habisnya jumlah hari barulah perhitungan memasuki bulan Dhesta. Masyarakat Tengger kemudian kembali pada perhitungan hari, bulan, dan tahun dengan jumlah hari untuk setiap bulan dihitung 30 hari.

Oleh karena itu, setiap lima tahun diadakan penyesuaian, yaitu pada bulan kesebelas (Dhesta) digunakan untuk penyelenggaraan upacara Unan-unan (berasal dari istilah tuna, yang artinya rugi). Unan-unan dapat berarti melengkapi kerugian dengan upacara setiap lima tahun sekali.

Karena lima tahun sekali, upacara Unan-unan dilakukan terakhir pada 30 Desember 2012 dan mungkin akan dilakukan lagi pada 2017 mendatang.

tradisi-unan-unan-1
Do’a dari seorang dukun | Foto: Tempo

Saat upacara ini, sehari sebelum dimulai masyarakat Tengger menyembelih seekor kerbau yang dijadikan sesaji, hewan tersebut dipilih karena selain merupakan kendaraan Bethara Yama juga dianggap memiliki karakter agung, kuat dan sangat bermanfaat. Kepala kerbau akan diberikan kepada dewa penjaga gunung berapi, penjaga air, dan butho yang berada di luar dusun.

Kepala kerbau tersebut ditempatkan diancak besar bercampur dengan ugo rampe seperti, tumpeng, wajek, tetel, nogosari atau pepes. Jajanan tersebut dibungkus dengan daun tlotok.

tradisi-unan-unan-4
Arakan sesaji | Foto: Tempo

Di Pasuruan, warga Suku Tengger Brangkulon biasanya akan mengarak sesaji tersebut dari lapangan Desa Tosari menuju Balai Desa Tosari. Sementara di Probolinggo, warga Suku Tengger Branglor mengarak kepala kerbau tersebut dari Balai Desa Ngadisari menuju Pura Sanggar Pamujahan. Di Malang, warga suku Tengger juga menggelar upacara unan-unan di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.